Desi Guswita : Pimpinan Dewan Sibuk Ketuk Palu, Sekolah di Dapil Satria Nyaris Mirip Kandang Kambing!

Senin, 03 Agustus 2026 | 19:32:23 WIB

KUANTAN SINGINGI (Surya24.com) – Anggota Komisi I DPRD Kuantan Singingi dari Fraksi PKB, Desi Guswita, SE MM melayangkan kritik paling menohok dan mematikan untuk membongkar dampak Riil dari salah urus kas daerah yang coba ditutupi oleh elit dewan.(03/08/2026)

Pada media ini, Desi menghubungkan langsung aksi pembungkaman interupsinya oleh Wakil Ketua I DPRD Kuansing Satria Mandala Putra S.Si, Dengan fakta viralnya kondisi memprihatinkan SDN 001 Sungai Pinang di Kecamatan Hulu Kuantan yang dindingnya kawat jaring,  dan berlantai tanah, Nyaris mirip kandang kambing.” Ujar Desi Guswita.

Desi juga menyampaikan, Sekarang seluruh rakyat Kuantan Singingi bisa melihat dengan mata kepala sendiri, Mengapa pada sidang paripurna Jumat kemarin Satria Mandala begitu panik massal dan memotong interupsi saya baru di menit ke- 2(Dua).

Karena mereka ketakutan setengah mati borok utang Tunda Bayar Rp202 Milliar di kuliti di depan Plt. Bupati H. Muklisin.

Akibat kas daerah kosong melompong karena salah urus anggaran, Dampaknya nyata, Infrastruktur jalan banyak yang lumpuh, Fasilitas Sekolah yang terlantar,  Hak gaji perangkat desa dan guru honorer ditunda bayar." Beber Desi

Salah satunya yaitu sekolah di Kecamatan Hulu Kuantan yang tidak lain adalah Daerah Pemilihan (Dapil) dari Satria Mandala itu sendiri, Telantar hancur dan nyaris mirip kandang kambing tanpa tersentuh kue pembangunan!" Gumam Desi Guswita.

Desi Guswita, Juga membedah membedah ironi dan kebohongan administrasi pengesahan LPj APBD 2025 yang dipaksakan buru buru oleh elit dewan seperti :

•* Ironi Kas Kosong di Tengah Sekolah Mirip Kandang Kambing :*

Desi menyayangkan sikap acuh pimpinan dewan yang lebih memilih mengamankan laporan di atas kertas demi tunjangan dinas ketimbang membedah realita kemiskinan fasilitas pendidikan di dapil masing masing.

" Pimpinan dewan dan elit fraksi berkoar-koar di media pada tanggal 01 Agustus 2026, Bahwa semua tahapan Tatib(Tata Tertib)sudah selesai dan keputusan harus kolektif kolegial.

Apakah membiarkan anak anak generasi bangsa di SDN 001 Sungai Pinang belajar di ruangan bersekat tripleks, Beratap lapuk hampir roboh, dan berlantai tanah serta Banyaknya jalan yang rusak parah disetiap daerah itu hasil dari keputusan kolektif kolegial yang kalian banggakan??

Pengesahan anggaran yang dipaksakan kemarin adalah anggaran angan angan di atas kertas, Sementara realitanya " kas daerah kosong "dan memotong hak pembenahan sekolah dan jalan.

• *Utang Rp202 Miliar Korbankan Revitalisasi Pendidikan dan Guru Honorer: *

Desi menegaskan bahwa temuan dokumen fisik Surat Pernyataan Penolakan Tertulis bermeterai miliknya adalah jeritan rill dari kondisi hancurnya fasilitas umum di Kuansing.

“ Di SDN 001 Sungai Pinang, ada 4(Empat) guru honorer yang hanya hidup dari gaji dari sertifikasi Dua Juta per bulan tanpa kesejahteraan layak dari APBD daerah .

Mengapa daerah tidak mampu mendanai? Karena kas kita terlilit utang tunda bayar Rp202 Miliar jilid dua. Pungkas Desi

Lanjut kata Desi, Manajemen keuangan daerah kolaps, Buku LHP BPK RI ditahan oleh Sekwan agar anggota dewan mengetuk palu dalam kegelapan data .

Ketika interupsi saya Menit ke-2(Dua) kemarin bukan keluar jalur, Tapi saya sedang menjerit membela hak anak anak sekolah dan guru honorer yang dizalimi oleh sistem birokrasi asalkan bapak senang ini. " Terang Desi

• *Apresiasi Niat Baik Plt. Bupati Muklisin, Sentil Janji Manis Anggaran : *

Desi Guswita menyambut baik respons cepat Plt. Bupati Kuansing, H. Muklisin  yang langsung prihatin dan berjanji akan membahas solusi lahan legal bagi sekolah tersebut bersama DPRD.

" Niat tulus saya dari awal menolak laporan yang tidak Transparan dan gelap data para Kepala OPD, Murni untuk membentengi Plt. Bupati kita yang baru Bapak H Mukhlisin, Agar beliau tidak ikut memikul dosa hukum dan risiko pidana korupsi dari warisan manajemen anggaran yang hancur ini!  

Saya siap mengawal niat baik Plt Bupati untuk membangun gedung baru SDN 001 Sungai Pinang, Tetapi saya ingatkan pimpinan dewan, pembangunan tidak akan pernah terealisasi jika terus menjadi 'robot stempel' bagi laporan kas kosong dan menyembunyikan kebenaran data.

" Walaupun anggota dewan lain memilih diam, Saya tetap konsisten vokal berdiri bersama Rakyat Kecil, Uang rakyat harus kembali ke rakyat, Bukan habis untuk seremonial ketuk palu di dalam kegelapan!" Tutup Desi Guswita.(netri)

Terkini