Dumai (Surya24.com) — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai telah membuktikan komitmen dan capaian positif kinerja operasionalnya di bidang pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dengan meraih dua penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Hijau periode 2024 - 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Capaian menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning dalam menjalankan pengelolaan lingkungan yang tidak hanya memenuhi serta melampaui standar kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan atau beyond compliance, tetapi juga mengedepankan inovasi, efisiensi sumber daya, pemberdayaan masyarakat, konservasi keanekaragaman hayati, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional perusahaan.
Setelah sebelumnya menerima piala penghargaan pada gelaran Anugerah Lingkungan PROPER yang diselenggarakan pada 7 April 2026 di Jakarta, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai kemudian menerima secara resmi Sertifikat Penghargaan PROPER Hijau. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Gubernur Riau, SF Hariyanto, kepada Manager HSSE RU Dumai, Syahrial Okzani, dalam kegiatan penyerahan penghargaan PROPER periode 2024–2025 yang digelar bertepatan dengan perayaan HUT ke-69 Provinsi Riau di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis (6/8).
Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Iwan Kurniawan mengatakan, raihan PROPER Hijau untuk Kilang Pertamina Dumai dan Kilang Pertamina Sungai Pakning merupakan hasil dari komitmen dan konsistensi seluruh insan perusahaan dalam menjalankan operasional yang aman, andal, efisien, serta memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Ia menyebut, capaian tersebut juga merupakan buah dari kolaborasi dan dukungan masyarakat, mitra binaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta para pemangku kepentingan di wilayah operasional perusahaan, baik Kota Dumai, Sungai Pakning dan Kabupaten Bengkalis.
“Raihan PROPER Hijau untuk Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjalankan operasi yang aman, andal, dan efisien untuk mendukung ketahanan energi nasional. Di saat yang sama, kami memastikan setiap kegiatan operasional dikelola secara bertanggung jawab untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat, serta menghadirkan manfaat berkelanjutan melalui inovasi dan kegiatan yang berbasis pemberdayaan masyarakat,” ujar Iwan.
Sertifikat yang diserahkan oleh Pemprov Riau tersebut menunjukkan apresiasi pemerintah terhadap kinerja perusahaan-perusahaan di Riau yang telah konsisten menjaga kinerja pengelolaan lingkungan. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 297 perusahaan di Provinsi Riau mengikuti PROPER Periode 2024-2025, Kilang Dumai dan Kilang Sungai menjadi bagian yang membuktikannya.
Iwan menambahkan, bagi Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning PROPER bukan sekedar regulasi ataupun administratif yang menjadi indikator penilaian kinerja perusahan, melainkan telah menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan Perusahaan sehingga dapat memberikan nilai tambah serta kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta komitmen terhadap pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs)
“Berbagai program pengelolaan lingkungan terus kami kembangkan, mulai dari efisiensi energi dan air, penurunan emisi, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3 maupun non-B3, pengendalian pencemaran, konservasi sumber daya alam, hingga pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak berkelanjutan,” pungkas Iwan.
Adapun pada PROPER periode 2024-2025 Kilang Dumai menginisiasi program TJSL bertajuk Serumpun Paman Bahri Green Solution For Coastal Community. Program ini dirancang menjawab tantangan sosial-ekologi pada dua ekosistem penting di Kota Dumai, yaitu lahan gambut di Kelurahan Tanjung Palas dan kawasan pesisir di Kelurahan Mundam.
Sementara itu, Kilang Sungai Pakning menginisiasi program bertajuk Semerbak Kebaikan Koloni Gambut Berdikari. Program tersebut turut menjadi dukungan perusahaan terhadap upaya-upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar wilayah operasional. Program tersebut salah satunya bertujuan untuk mendorong perubahan pola perilaku perburuan dan pemanenan madu hutan yang selama ini berisiko tinggi.
Capaian PROPER Hijau tersebut memperkuat komitmen Pertamina dalam menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab dengan menyeimbangkan aspek operasional, lingkungan, sosial, dan tata kelola. Melalui semangat continuous improvement, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai akan terus mendorong inovasi dan meningkatkan kinerja lingkungan untuk mendukung operasional yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di Provinsi Riau dan Indonesia.(rls)