KOTA SOLOK (Surya24.com) — Pasar Kuliner Kota Solok tidak hanya dapat dikembangkan sebagai pusat perdagangan makanan, tetapi juga memiliki potensi menjadi sentra produksi pangan masyarakat yang memiliki fungsi sosial dan kemanusiaan.
Konsep tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan Pasar Kuliner & Dapur Umum Kota Solok. Sebuah kawasan yang menggabungkan aktivitas ekonomi kuliner dengan fasilitas dapur umum yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, pemerintah maupun kondisi kedaruratan.
Dalam konsep ini, dapur umum dapat ditempatkan pada bagian belakang atau sisi kawasan dengan akses tersendiri. Penataan tersebut bertujuan agar kegiatan produksi makanan dalam jumlah besar tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kenyamanan pengunjung yang menikmati kuliner di kawasan pasar.
Keberadaan dapur umum juga dinilai dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. Fasilitas tersebut tidak hanya aktif ketika terjadi bencana atau keadaan darurat, tetapi dapat dimanfaatkan setiap hari untuk mendukung kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.
Pada kondisi tertentu, dapur tersebut dapat dioperasionalkan sebagai dapur tanggap darurat, terutama ketika terjadi bencana alam, kegiatan sosial kemasyarakatan, pelayanan konsumsi untuk kegiatan pemerintah maupun berbagai kegiatan besar yang membutuhkan penyediaan makanan dalam jumlah banyak.
Pengelolaannya dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM kuliner, organisasi kemasyarakatan, komunitas serta relawan. Pola kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi kawasan. 
Konsep ini pada akhirnya dapat menjadikan Pasar Kuliner Kota Solok memiliki tiga fungsi utama. Pertama, fungsi ekonomi, yakni sebagai pusat kuliner, perdagangan makanan sekaligus wadah promosi dan pengembangan produk UMKM lokal.
Kedua, fungsi sosial, yaitu sebagai ruang interaksi masyarakat dan fasilitas penyediaan makanan untuk berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Ketiga, fungsi kedaruratan, berupa dapur umum yang sewaktu-waktu dapat diaktifkan untuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana maupun kondisi khusus lainnya.
Dengan konsep tersebut, pembangunan fasilitas dapur umum tidak menjadi investasi yang hanya digunakan sesekali. Sebaliknya, fasilitas tersebut dapat terus memberikan nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat.
Konsep Pasar Kuliner & Dapur Umum Kota Solok pun dapat mengusung semangat: “Dari Kuliner, Menggerakkan Ekonomi; Dari Dapur, Menguatkan Kepedulian.”
Jika diwujudkan secara matang dengan tata kelola yang baik, kawasan ini berpotensi menjadi contoh bagaimana sebuah fasilitas publik dapat menggabungkan pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM, interaksi sosial dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat dalam satu kawasan yang saling mendukung. 
Kepala Dinas PUPR Kota Solok, Afrizal, M.Eng menyampaikan bahwa pasar kuliner di Jalan Cengkeh ini termasuk program Wali Kota Solok dan di bangun dari dana TKD. " Ini pasar kuliner yang akan menjadi ikon Kota Solok, " ujar pak Cal panggilan akrab Kadis PUPR itu.(Inf)