Arosuka (Surya24.com) — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung lokasi terdampak galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (24/9/2026).
Kunjungan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat, pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, hingga persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat dan terkoordinasi.
Rombongan didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Sestama BNPB Rustian, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan, Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati H. Candra, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang Abdul Malik, serta jajaran Forkopimda dan kepala OPD Kabupaten Solok.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Solok Jon Firman Pandu melaporkan proses pencarian terhadap satu warga yang masih dinyatakan hilang. Sebelumnya, dua warga dilaporkan hilang dan satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Tim gabungan bersama jajaran Polda Sumatera Barat juga mengerahkan anjing pelacak K9 untuk menyisir kawasan bantaran sungai yang terdampak galodo.
"Yang pertama kita lakukan adalah masih dalam pencarian operasi pencarian korban yang hilang. Satu sudah kita temukan dalam kondisi meninggal dunia dan satu masih dalam pencarian," kata Jon Firman Pandu.
Selain korban jiwa, sebanyak 44 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Rinciannya, 11 rumah rusak berat, satu rusak sedang dan 32 rusak ringan. Bencana juga berdampak terhadap lahan pertanian, infrastruktur dan sejumlah fasilitas perkantoran pemerintah.
Pemkab Solok memperkirakan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi mencapai sekitar Rp819 miliar. Sementara kebutuhan perbaikan prasarana dan sarana perkantoran serta perumahan diperkirakan lebih dari Rp200 miliar.
Bupati meminta dukungan pemerintah pusat berupa mini excavator, stone breaker atau breaker, serta sekitar 10 tenda pelayanan sementara agar aktivitas pemerintahan dapat kembali berjalan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan pencarian korban yang masih hilang harus menjadi prioritas utama.
"Nyawa manusia itu paling atas. Tolong dicari betul segala macam cara, pakai K9, alat berat, kearifan lokal, sampai batas itu selesai," tegas Suharyanto.
Ia juga meminta Pemkab Solok segera menyiapkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Menurutnya, akurasi data sangat menentukan percepatan bantuan dan pembangunan pascabencana.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno menyampaikan salam dan dukacita Presiden RI kepada masyarakat yang terdampak. Ia menekankan pentingnya pendataan akurat sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Prinsipnya, kalau membangun pascabencana itu build back better, membangun lebih baik. Jangan sampai membangun kondisinya lebih jelek daripada sebelum terbangun," ujar Pratikno.
Pratikno meminta setiap rencana relokasi maupun pembangunan kembali fasilitas terdampak didahului kajian mendalam, terutama terkait keamanan lokasi dan potensi bencana susulan.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mendorong kajian jangka panjang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan kalangan akademisi, termasuk pusat studi kebencanaan Universitas Andalas.
Pemkab Solok telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak 22 September 2026. Pemerintah pusat memastikan pendampingan terus dilakukan selama masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.(basa)