Wali Kota Solok Buka Festival Malamang, Hasilnya untuk Warga Terdampak Bencana

Senin, 15 Desember 2025 | 18:50:36 WIB

Kota Solok (Surya24.com) – Aroma bambu dan asap kayu menguap di udara, menandai kembali hidupnya tradisi leluhur Minangkabau di Kota Solok. Melalui Festival Malamang Kota Solok, Pemerintah Kota Solok menghadirkan perayaan budaya yang sarat makna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Solok ke-55. 

Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Solok menggelar Festival Malamang dengan mengusung tema “Gotong Royong Menyatu, Kepedulian untuk Sesama”. 

Selain melestarikan budaya, festival ini juga memiliki nilai kemanusiaan, di mana seluruh hasil produk malamang disalurkan kepada masyarakat Kota Solok yang terdampak bencana alam. 

Festival Malamang bukan sekadar tradisi memasak lamang di dalam bambu, melainkan warisan budaya leluhur yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan spiritualitas yang diwariskan secara turun-temurun. 

Dalam sambutannya, Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, menyampaikan bahwa proses malamang melibatkan banyak pihak, mulai dari menyiapkan bahan, membersihkan bambu, hingga proses pembakaran. Bambu menjadi simbol pemersatu, sementara api melambangkan semangat yang tidak pernah padam. 

“Filosofi Festival Malamang mengajarkan kita bahwa gotong royong dan kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun Kota Solok,” ujar Wali Kota, Senin (15/12/25). 

Pelaksanaan Festival Malamang tahun ini berlangsung di tengah suasana duka akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Kota Solok. Oleh karena itu, festival ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan budaya, tetapi juga sebagai bentuk empati dan solidaritas sosial. 

“Melalui Festival Malamang ini, kita ingin berbagi dan hadir untuk masyarakat yang terdampak bencana. Hasil malamang akan kita salurkan kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian,” lanjutnya. 

Festival Malamang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Solok. Kegiatan budaya ini turut dihadiri oleh Forkopimda Kota Solok, Sekretaris Daerah Kota Solok, para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Solok, Direktur Utama PDAM Pincuran Gadang, Ketua LKAAM, Bundo Kanduang Kota Solok, Ketua TP-PKK, GOW, pengurus DWP Kota Solok, serta para peserta Festival Malamang Tahun 2025. 

Pemerintah Kota Solok berharap Festival Malamang dapat menjadi pengingat bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga sumber kekuatan sosial untuk saling menguatkan di masa sulit. 

“Semoga kebersamaan kita hari ini membawa keberkahan, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melindungi Kota Solok tercinta,” tutup Wali Kota.(Pemko Solok)

Terkini