Menggagas Pembangunan Menara Pandang Kota Dumai

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:50:53 WIB
Foto : Founder Duri Institute, Agung Marsudi

Dumai (Surya24.com) - Untuk membangun kota Dumai masa depan, masyarakat Dumai harus meredefinisi kota Dumai itu sesungguhnya menghadap kemana?. Dumai harus memiliki cara pandang baru dalam menentukan arah pembangunan. Dan itu akan menjadi cetak biru filosofi arah pembangunan kota Dumai jangka panjang bukan lima tahunan. Simbolnya adalah sebuah bangunan Menara Pandang Kota Dumai (MPKD). 

Demikian disampaikan Founder Duri Institute Agung Marsudi kepada media usai menjadi narasumber Seminar Interaktif Anti Korupsi, di Grand Zuri, Rabu (21/1/2026). 

"Saatnya kota Dumai memiliki landmark yang abadi. Jika Jakarta punya Monas, Dumai punya Menara Pandang. Tingginya boleh 100 meter, namanya diserahkan kepada kearifan lokal masyarakat untuk menentukan. Mengenai design dan rencana kontruksinya bisa disayembarakan secara terbuka," gagas Agung.

Foto : Ketua Harian Komite Melayu Bersatu Dumai (KMBD) Chandra Abdul Ghani. 

Menurut Agung, fungsi menara pandang itu sendiri seperti filosofi mercusuar, karena Kota Dumai ikonik dengan kota pelabuhan. Jika gagasan pembangunan Menara Pandang, seperti Menara Pandang Teratai yang dimiliki Purwokerto, Jawa Tengah. Maka Dumai akan memiliki destinasi wisata baru, fasilitas publik yang monumental, sekaligus bisa menambah pundi baru Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

"Untuk itu saatnya segenap elemen masyarakat Dumai bersatu, bahu membahu, membedah gagasan ini. Membentuk tim penggagas dan tim strategis sekaligus, lalu bersinergi untuk mewujudkan rencana membanggakan ini," ujar pemerhati geopolitik ini. 

Senada disampaikan Ketua Harian Komite Melayu Bersatu Dumai (KMBD) Chandra Abdul Ghani yang menyetujui gagasan ini. "Memang kota Dumai perlu memiliki sebuah bangunan yang bergengsi. Monumen Menara Pandang yang menjadi simbol penentu arah pembangunan kota Dumai," jelasnya. 

"Bisa dibayangkan jika gagasan menara pandang ini terwujud, masyarakat Dumai dengan mudah bisa melihat kota Dumai dari ketinggian, memandang laut lepas, melihat dinamika industri Dumai dari atas, serta memandang tol Permai sebagai pintu gerbang masuknya investasi di kota Dumai kebanggaan," ujar Ketum Forum Pembauran Kebangsaan Kota Dumai ini. 

Selanjutnya, tokoh muda yang akrab disapa Bang Ican ini menyebut pemerintah Kota Dumai harus berani merubah cara pandang baru dalam mengelola pemerintahan, yang benar-benar melibatkan peran serta masyarakat secara luas.(rls)

Terkini