30 Sasaran Silek Solok Siap Ikuti Silaturahmi Silek Tuo Balenong ke-7

Senin, 31 Agustus 2026 | 17:49:18 WIB

SUMBAR (Surya24.com) — Sebanyak 30 sasaran silek dari Kota dan Kabupaten Solok akan mengikuti Silaturahmi Silek Tuo Balenong ke-7 yang akan digelar di Sasaran Silek Sakato Gawan, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para tuo silek dan pesilat untuk bersilaturahmi sekaligus menjaga dan melestarikan seni bela diri tradisional Minangkabau agar tetap dikenal dan tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Tuo Silek, Asraf Danil Dt. Tan Panggak, pada saat melaksanakan tradisi mamanggie Ketua DPRD Kota Solok mengatakan, kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 30 sasaran silek dari Kota dan Kabupaten Solok. Menurutnya, silaturahmi ini bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi juga menjadi upaya bersama untuk mempertahankan keberadaan silek tuo.

“Silaturahmi ini menjadi kesempatan bagi tuo-tuo silek dan sasaran untuk bertemu, berdiskusi serta memperkuat hubungan kekeluargaan. Kita berharap silek tuo tetap berkembang dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Dt. Tan Panggak.

Ia menjelaskan, kegiatan Silek Tuo Balenong merupakan kegiatan yang bersumber dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, SE., M.Si. Untuk pelaksanaan yang Ke 7 kali ini silek tuo balenong, disipangkai oleh Sasaran Silek Tuo Sakato Gawan dan Sasaran Silek Tuo Harimau Tungga.

Menurut Asraf Danil Dt. Tan Panggak, kegiatan kali ini memiliki keunikan dibandingkan pertemuan sebelumnya. Para peserta dan tamu akan disuguhi gulai batang pisang sebagai salah satu menu jamuan. Gulai batang pisang merupakan hidangan yang cukup khas dan biasanya tidak setiap saat kita temui. Ini menjadi bagian dari suasana adat dan kebersamaan dalam kegiatan silaturahmi silek tuo,” ujarnya.

Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB dan berlangsung hingga malam hari. Selain menjadi ajang silaturahmi antar sasaran, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama untuk menjaga silek tuo sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Kota dan Kabupaten Solok.

Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli, SE., MM, mengapresiasi kepedulian anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, terhadap pelestarian silek tuo di Kota Solok. silek tuo tidak hanya merupakan seni bela diri, tetapi juga bagian dari tradisi dan budaya Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kebersamaan sekaligus melestarikan silek tuo, Jangan sampai seni bela diri tradisional yang menjadi warisan budaya kita hilang karena tidak lagi dikenal oleh generasi muda. Ia berharap kegiatan silaturahmi tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari dan mencintai silek sebagai salah satu kekayaan budaya Minangkabau. ,” ujar Fauzi.

Fauzi juga memberikan apresiasi kepada sipangka yang menghadirkan gulai batang pisang sebagai hidangan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, gulai batang pisang merupakan salah satu kuliner tradisional yang unik dan biasanya disajikan pada kegiatan adat tertentu. Kehadiran hidangan tersebut dinilai menambah suasana kebersamaan dan nuansa adat dalam kegiatan silaturahmi.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, SE., M.Si, mengatakan kegiatan Silek Tuo Balenong merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap para penggiat dan pelestari silek tradisional. kegiatan tersebut bersumber dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) yang diperuntukkan bagi kegiatan silek tuo. Tujuannya adalah memberikan ruang dan wadah bagi para penggiat serta pelestari Silek Tuo untuk berkumpul, berlatih dan menampilkan kesenian tradisional,” kata Daswippetra.

Ia menambahkan, perhatian terhadap silek tuo penting dilakukan agar seni bela diri tradisional tersebut tetap berkembang dan memiliki tempat di tengah generasi muda dan pada tahun ini untuk kegiatan silek tuo balenong telah dialokasikan anggaran melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera barat sekitar Rp.400 juta.(basa)

Terkini