Empat Hari Pencarian, Korban Terdampak Galodo Akhirnya di Temukan

Jumat, 25 September 2026 | 17:40:48 WIB

Kabupaten Solok (Surya24.com) — Setelah lima hari dilakukan pencarian oleh tim gabungan, korban yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam bencana banjir bandang atau galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (25/9/2026).

Korban diketahui bernama Agusral alias Buyuang, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak galodo menerjang kawasan Arosuka pada Senin malam, 21 September 2026.

Korban ditemukan di sekitaran Gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok, yang berada di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, Arosuka. Kawasan tersebut merupakan salah satu lokasi yang terdampak cukup parah akibat terjangan air dan material galodo.

Informasi mengenai korban hilang sebelumnya juga diberitakan oleh sejumlah media. Pada Jumat pagi, pencarian terhadap Agusral alias Buyuang masih dilakukan setelah tim menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban, termasuk KTP, STNK, dompet, kartu BPJS, sandal, celana dan sepeda motor.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, S.Sos, menyampaikan bahwa proses pencarian korban menjadi salah satu fokus utama penanganan bencana. Ia juga menyampaikan arahan dari Basarnas agar seluruh unsur yang terlibat tetap memprioritaskan pencarian korban sekaligus penanganan dan pemulihan kondisi pascabencana.

“Fokus pencarian tetap diarahkan kepada korban yang masih hilang, sekaligus pemulihan kondisi pascabanjir bandang,” ujar Khairul.

Penemuan korban pada Jumat tersebut berlangsung bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka ke lokasi bencana Arosuka.

Wapres Gibran tiba di kawasan terdampak sekitar pukul 10.15 WIB dan meninjau sejumlah titik terdampak, termasuk kawasan Sungai Batang Baliang dan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Gibran datang bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, serta Bupati Solok Jon Firman Pandu.

Tidak lama setelah rombongan Wakil Presiden meninggalkan lokasi, tim BPBD yang masih melakukan penyisiran menemukan korban di kawasan gedung PUPR.

Bencana galodo menerjang kawasan Arosuka pada Senin malam, 21 September 2026. Material banjir membawa lumpur, batu, pasir, kayu dan material lainnya hingga masuk ke kawasan permukiman serta kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.

Sejak kejadian tersebut, tim gabungan terus melakukan pencarian korban, evakuasi, pembersihan material serta penanganan kebutuhan masyarakat terdampak. Pemerintah Kabupaten Solok juga telah menetapkan status tanggap bencana untuk mempercepat proses evakuasi, pembersihan material, pendataan dampak dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Dengan ditemukannya Agusral alias Buyuang, perhatian penanganan kini semakin diarahkan pada proses evakuasi korban, identifikasi dan pemulihan kawasan terdampak, sekaligus pembersihan material galodo yang masih memenuhi sejumlah titik di kompleks perkantoran dan wilayah masyarakat.

Tim gabungan bersama masyarakat dan berbagai unsur terkait masih berada di lapangan untuk memastikan proses penanganan pascabencana berjalan hingga kondisi kawasan berangsur pulih.(basa)

Terkini