Pemkab Solok Perkuat Koordinasi Penanganan Pascabencana Banjir Bandang

Ahad, 27 September 2026 | 12:01:10 WIB

Kabupaten Solok (Surya24.com) — Pemerintah Kabupaten Solok secara rutin melaksanakan rapat koordinasi pada malam hari sebagai persiapan sebelum pelaksanaan penanganan bencana pada hari berikutnya.

Kegiatan yang berlangsung di Posko Penanganan Bencana Kabupaten Solok, Sabtu malam (26/9/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH. Rapat menjadi bagian dari evaluasi kegiatan penanganan yang telah dilaksanakan sekaligus persiapan untuk pelaksanaan penanganan pada hari berikutnya.

Rapat tersebut dihadiri unsur BNPB, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Dinas PUPR, BPBD, TNI, Polri/Brimob, TNI AL, Satpol PP Damkar, PMI, Dinas Sosial, Inspektorat, relawan, serta unsur bantuan dari sejumlah kabupaten/kota.

Pembahasan meliputi evaluasi kegiatan pembersihan pascabencana, penyusunan rencana kerja, koordinasi personel, penempatan alat berat dan armada, distribusi air bersih, dukungan dapur umum, kebutuhan logistik dan kesehatan, serta pendataan seluruh potensi bantuan yang masuk melalui posko.

Dalam arahannya, Bupati Solok menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama membantu penanganan bencana di Kabupaten Solok.

“Terima kasih atas kebersamaan kita sampai hari ini. Kita rasakan luar biasa kekompakan dari seluruh unsur dalam membantu warga masyarakat kita, bagaimana memproses evakuasi terhadap masyarakat kita semuanya,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa kekompakan dan sinergi seluruh unsur menjadi kekuatan dalam penanganan masyarakat terdampak bencana.

“Tentunya kita semua hari ini bertanggung jawab, bagaimana kita bersama-sama menangani masyarakat kita yang terdampak,” katanya.

Bupati juga mengingatkan seluruh personel agar tetap memperhatikan kondisi cuaca dan arus sungai selama menjalankan tugas di lapangan.

“Yang pertama juga, kita jaga bersama kesiapan menghadapi cuaca hujan dan arus sungai. Tolong obat-obatan, vitamin dan lain-lain itu juga diperhatikan,” ungkapnya.

Selain kesiapan menghadapi kondisi lapangan, kebutuhan operasional personel juga menjadi perhatian. Bupati meminta agar makanan, dapur umum, obat-obatan, vitamin dan kebutuhan lainnya dapat dipastikan tersedia.

“Kawan-kawan yang di bawah sudah capek semuanya berjuang membantu masyarakat. Kita tetap sehat dan membantu warga,” tuturnya.

Sementara itu, pendamping BNPB Bapak Udrekh dan Ibu Eny memberikan arahan terkait penguatan pengelolaan posko. Posko diarahkan agar berjalan sesuai standar penanganan kedaruratan dengan pembagian tugas yang lebih jelas serta penataan zonasi kerja.

Pendamping BNPB juga menekankan pentingnya percepatan informasi dan pemutakhiran data dari lapangan. Informasi mengenai kondisi dan kebutuhan wilayah terdampak harus disampaikan secara cepat agar dapat segera ditindaklanjuti dan menjadi bahan dalam pengambilan keputusan.

Kebutuhan dan sumber daya yang tersedia juga perlu dikelola dengan baik. Dukungan dari berbagai pihak diarahkan sesuai kebutuhan dan zonasi, sementara seluruh sumber daya yang tersedia perlu dipetakan agar penggunaannya lebih optimal.

Dalam pembahasan pemutakhiran data wilayah terdampak, pendamping BNPB menyampaikan perlunya pembaruan data secara berkelanjutan sebagai bahan evaluasi dan dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Rapat juga membahas dukungan bagi masyarakat terdampak, termasuk tindak lanjut dukungan dana duka cita bagi korban meninggal dunia serta jaminan hidup bagi korban atau masyarakat terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.

Dari sisi operasional, penempatan alat berat dan armada akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Alat berat diarahkan untuk mendukung pembersihan material, pengerukan drainase dan saluran air, serta membantu pengangkutan material dari lokasi terdampak. Armada pengangkut juga dikoordinasikan untuk mempercepat proses pembersihan.

Dukungan personel dari berbagai unsur turut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lokasi. Penempatan kekuatan dilakukan melalui koordinasi posko agar seluruh unsur dapat bekerja secara efektif dan tidak terjadi penumpukan personel pada satu lokasi.

Distribusi air bersih tetap menjadi salah satu prioritas. Armada tangki air dari berbagai pihak akan dikoordinasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dan masjid. PMI juga turut mendukung distribusi air bersih serta kebutuhan air untuk beberapa hari ke depan.

Dari sisi konsumsi, Dinas Sosial memastikan dapur umum tetap mendukung kebutuhan personel dan masyarakat terdampak. Dukungan tenaga dari daerah lain juga akan membantu kegiatan memasak dan pengolahan bahan makanan.

Kesehatan dan stamina personel turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan. Personel diminta mendapatkan waktu istirahat yang cukup, khususnya ketika kondisi cuaca tidak mendukung. Posko kesehatan juga tersedia untuk melayani masyarakat maupun personel yang membutuhkan pemeriksaan.

Bupati meminta seluruh tugas penanganan bencana dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh kesabaran, termasuk dalam menghadapi berbagai kondisi serta tanggapan masyarakat di lapangan.

“Inilah bagaimana tugas kita melayani masyarakat kita. Tentu ketekunan dan kesabaran juga dituntut,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh personel, relawan, dan pihak yang telah mengorbankan waktu serta pikiran untuk membantu masyarakat terdampak.

“Terima kasih kepada semuanya, kawan-kawan Bapak Ibu semua yang telah berkorban, yang telah rela mengorbankan waktu dan pikirannya. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” katanya.

Ia berharap seluruh unsur yang terlibat senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.

“Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan, kekuatan untuk menjalani tugas-tugas kita dan semuanya ini menjadi nilai ibadah dan membawa kebaikan untuk kita semuanya,” pungkas Bupati.(basa)

Terkini