Pemkab Solok Verifikasi dan Validasi Data Rumah Terdampak Bencana Galodo

Arosuka (Surya24.com) — Pemerintah Kabupaten Solok bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah perangkat daerah terkait melaksanakan rapat verifikasi dan validasi data rumah masyarakat yang terdampak bencana galodo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Sabtu (26/09/2026).

Rapat ini menjadi bagian penting dalam memastikan data rumah masyarakat yang terdampak bencana galodo benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Data tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB sebagai salah satu dasar dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Rapat dihadiri oleh perwakilan BNPB, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Solok, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok, Kepala Bapelitbang Kabupaten Solok, Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok, Camat Gunung Talang, Wali Nagari Batang Barus serta Wali Nagari Koto Gaek Guguak.

Dalam rapat tersebut dilakukan pembahasan secara bersama terhadap hasil pendataan rumah masyarakat yang terdampak bencana. Verifikasi dilakukan dengan melibatkan seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, pemerintahan nagari hingga instansi yang memiliki data pendukung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Solok, Retny Humaira, ST, menyampaikan bahwa proses verifikasi perlu dilakukan secara berlapis untuk memastikan setiap data yang diajukan benar-benar sesuai dengan kondisi dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
"Kita berharap seluruh pihak terkait dapat membantu melakukan verifikasi secara berlapis, sehingga rumah masyarakat yang terdampak bencana galodo dapat ditangani dan mendapatkan bantuan sesuai dengan kriteria serta ketentuan yang telah ditetapkan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Solok, Bambang Suryanggono, S.ST., M.Ec.Dev, mengatakan bahwa penyelesaian proses verifikasi dan validasi data menjadi hal penting sebelum dilakukan sinkronisasi data secara lebih lanjut.

Ia berharap keseluruhan proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga BPS dapat membantu dalam proses sinkronisasi menuju data tunggal. Dengan demikian, data penerima bantuan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana dapat lebih akurat dan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

"Kami berharap proses verifikasi dan validasi ini dapat segera diselesaikan. Setelah itu, BPS dapat membantu proses sinkronisasi data tunggal sehingga bantuan perbaikan rumah dapat diberikan berdasarkan data yang akurat dan tepat sasaran," kata Bambang.

Dari sisi administrasi kependudukan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok, Romi Hendrawan, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemadanan data kependudukan masyarakat yang menjadi korban terdampak bencana.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah data yang belum dapat ditemukan secara langsung. Kondisi tersebut antara lain disebabkan adanya data Nomor Kartu Keluarga (KK) maupun Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang belum lengkap, sehingga membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.

“Di Disdukcapil kami telah melakukan pemadanan data kependudukan para korban. Namun masih ada beberapa data yang belum ditemukan karena nomor KK ataupun NIK yang disampaikan belum lengkap. Untuk itu perlu koordinasi lebih detail dengan pihak terkait agar data tersebut dapat ditemukan melalui aplikasi SIAK," jelasnya.

Perwakilan BNPB, Didien Julianda Novanti, dalam kesempatan tersebut mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Solok dapat segera menuntaskan proses verifikasi dan validasi data rumah terdampak.

Menurutnya, kelengkapan dan ketepatan data menjadi bagian penting dalam mendukung proses penanganan pascabencana, khususnya terhadap masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana galodo.
"Data ini diharapkan dapat segera dituntaskan oleh pemerintah daerah, sehingga proses penanganan terhadap rumah masyarakat yang terdampak bencana dapat segera dilakukan," ujarnya.

Melalui rapat tersebut, seluruh pihak terkait berkomitmen untuk menyelesaikan proses verifikasi dan validasi secara cermat. Data yang telah diverifikasi nantinya menjadi bahan untuk proses lebih lanjut dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui mekanisme yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

Pemerintah Kabupaten Solok berharap proses tersebut dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan data yang akurat, sehingga upaya pemulihan rumah masyarakat terdampak bencana galodo dapat dilakukan secara tepat, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(basa)