SABAK PERMAI (Surya24.com) — Dalam upaya membentengi generasi muda dari dampak negatif era digital dan pergaulan bebas, mahasiswa Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis menggelar kegiatan sosialisasi edukatif di Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an, Sabak permai pada Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Generasi Muda Bebas Judi, Narkoba, Kecanduan Gadget, dan Bebas Perundungan (Bullying)" ini diikuti dengan antusias oleh para santri dan santriwati. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan serta ancaman sosial yang makin marak mengintai usia remaja.
Fortifikasi Moral dan Mental Generasi Muda dalam paparannya, yang di sampaikan oleh Baher Zulfayat selaku Ketua KKM Sabak Permai ISNJ Bengkalis dan Andria Amanda selaku Sekretaris di ikuti anggota
KKM ISNJ Bengkalis Adelia Sakila, Wara Septea Resaldy, Nursusyanti, Nur Annisa Ananda Putri, Mutiara Pertiwi dan Riski Ananda.
Narasumber menekankan empat pilar utama yang menjadi perhatian penting bagi tumbuh kembang santri saat ini:
Sadar Bahaya Judi Online: Maraknya aktivitas perjudian berbasis digital yang mengancam kondisi finansial, psikologis, hingga merusak masa depan pemuda secara sistematis.
Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba: Edukasi bahaya zat adiktif yang tidak hanya merusak fisik dan saraf, tetapi juga menghancurkan cita-cita dan benteng moral diri.
Pengendalian Kecanduan Gadget (Digital Detox): Dorongan bagi santri untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan proporsional agar tidak mengurangi produktivitas, kualitas tidur, maupun interaksi sosial secara langsung.
Gerakan Stop Bullying: Penegakan komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan saling menghargai tanpa kekerasan fisik maupun verbal di lingkungan pesantren.
Pihak pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Bapak Lilik Ardiansyah M.pd Qur'an Sabak Auh menyambut positif kedatangan para mahasiswa INSJ Bengkalis. Kegiatan edukasi interaktif ini dinilai sangat relevan dengan tantangan zaman, melengkapi pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan yang sehari-hari diterapkan di pesantren.
Melalui sinergi antara mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dan lembaga pendidikan Islam, diharapkan para santri mampu menjadi pemuda yang cerdas secara intelektual, sehat secara mental, serta kokoh dalam memegang teguh nilai-nilai keislaman di tengah dinamika modernisasi.(ndi)