PARIWARA PEMERINTAH KOTA SOLOK
252 Siswa SLTP Terima Seragam Sekolah Gratis dari Pemkot Solok
Kota Solok (Surya24.com) — Di tengah proses pemulihan pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Solok, Pemerintah Kota Solok menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program nyata, salah satunya pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa SLTP, sebagai bagian dari program unggulan Wali Kota Solok dalam mendukung pendidikan dasar yang merata dan berkeadilan.
Program seragam sekolah gratis pada tahun anggaran 2025 ini difokuskan bagi siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Meski belum menjangkau seluruh peserta didik, kebijakan ini dinilai sangat membantu, terutama bagi keluarga yang terdampak bencana, dalam memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak-anak mereka. 
Sebanyak 1.000 stel seragam sekolah telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Solok dan disalurkan kepada 252 siswa penerima manfaat se-Kota Solok. Setiap siswa menerima empat stel seragam, terdiri dari dua stel seragam nasional, satu stel seragam Pramuka, dan satu stel seragam olahraga.
Penerima manfaat berasal dari kelas VII hingga kelas VIII SLTP yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi oleh Dinas Pendidikan Kota Solok.
Sebagai bagian dari perhatian terhadap kondisi psikologis siswa pasca bencana, Dinas Pendidikan Kota Solok sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan trauma healing bagi peserta didik terdampak. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah sekolah dan lokasi terdampak bencana, dengan melibatkan tenaga pendidik, relawan, serta tim pendamping psikososial. 
Melalui kegiatan trauma healing tersebut, siswa diajak untuk kembali membangun rasa aman, percaya diri, dan semangat belajar, sehingga mereka dapat kembali mengikuti proses pembelajaran dengan kondisi mental yang lebih baik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Desrifahmi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa rangkaian program pendidikan pasca bencana dirancang tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga psikologis anak-anak.
“Kami tidak hanya fokus pada pemenuhan sarana pendidikan seperti seragam sekolah, tetapi juga pemulihan mental anak-anak melalui kegiatan trauma healing. Pendidikan harus tetap berjalan, namun dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati,” ujar Desrifahmi, Jumat (19/12/25). 
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Kota Solok akan terus mengupayakan berbagai program pendukung agar seluruh siswa dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman.
Di tempat terpisah, Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan pasca bencana merupakan wujud tanggung jawab pemerintah daerah terhadap masa depan generasi muda.
“Pasca bencana hidrometeorologi, pemerintah hadir tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan anak-anak kita pulih secara fisik dan mental. Pendidikan adalah kunci kebangkitan, dan itu harus kita jaga bersama,” tegas Wali Kota. 
Ia juga menyampaikan bahwa program seragam sekolah gratis dan trauma healing merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Solok dalam menciptakan pendidikan yang inklusif, tangguh, dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pendidikan, agar anak-anak Kota Solok tetap memiliki harapan dan semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Solok berharap proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan seiring dengan keberlangsungan pendidikan, sehingga tidak ada generasi yang tertinggal akibat kondisi darurat.(Pemko Solok)
