Oleh: Ridwan Safri
KILANG minyak adalah fasilitas industri yang penting dalam memproduksi bahan bakar yang kita gunakan sehari-hari, dan penomena alam dapat menyebabkan kerusakan signifikan dan bahkan risiko kebakaran yang serius di sana.
Dalam artikel ini, kita akan membahas ancaman petir pada kilang minyak BBM dan tindakan yang dapat diambil untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan fasilitas ini.
1. Mengidentifikasi Ancaman Petir
Ancaman petir pada kilang minyak BBM bisa sangat merusak karena sifat yang mudah terbakar dari produk-produk yang diproses di sana. Petir bisa menyebabkan lonjakan listrik dan kebakaran jika tidak ditangani dengan benar. Meningkatnya frekuensi badai petir yang diinduksi oleh perubahan iklim juga membuat risiko semakin meningkat.
2. Menggunakan Perangkat Pelindung
Penting untuk melindungi fasilitas kilang minyak dari petir dengan menggunakan sistem proteksi petir yang efektif. Ini melibatkan instalasi penangkap petir yang dirancang khusus untuk menarik petir dan mengalirkan arusnya ke tanah, menjauhkannya dari struktur penting dan peralatan sensitif di dalam kilang. Selain itu, penggunaan peralatan pelindung terhadap lonjakan arus dan perlindungan kelebihan arus dapat membantu mengurangi risiko kerusakan akibat petir.
3. Pengelolaan Risiko Kebakaran
Kebakaran akibat petir adalah ancaman serius di kilang minyak. Oleh karena itu, kilang minyak perlu memiliki sistem pemadam kebakaran yang kuat dan personel yang terlatih untuk menghadapi keadaan darurat. Ini mencakup instalasi sprinkler dan alat pemadam kebakaran yang memadai, serta perencanaan evakuasi yang jelas.
4. Pemantauan Cuaca dan Peringatan Dini
Pemantauan cuaca yang cermat dan sistem peringatan dini dapat membantu kilang minyak untuk mempersiapkan diri lebih baik saat badai petir diperkirakan akan terjadi. Dengan menerima peringatan dini, kilang minyak dapat mengambil tindakan preventif seperti mematikan sementara operasi yang sensitif terhadap petir dan mengamankan peralatan.
5. Pelatihan Personel
Pelatihan personel dalam penanganan darurat dan tindakan kebakaran sangat penting. Semua staf di kilang minyak harus tahu bagaimana merespons ketika petir menyebabkan gangguan atau bahaya.
6. Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan rutin terhadap sistem proteksi petir dan peralatan kilang minyak sangat penting untuk memastikan bahwa mereka berfungsi dengan baik ketika dibutuhkan. Peralatan yang rusak atau usang dapat meningkatkan risiko kerusakan akibat petir.
Dapat disimpulkan ancaman petir pada kilang minyak BBM adalah masalah serius yang memerlukan perhatian khusus.
Dengan mengidentifikasi ancaman, menggunakan perangkat pelindung yang tepat, mengelola risiko kebakaran, dan melibatkan personel yang terlatih, kilang minyak dapat meningkatkan keselamatan dan keandalan operasi mereka dalam menghadapi badai petir yang semakin sering terjadi.
Pemantauan cuaca yang cermat dan pemeliharaan rutin juga penting untuk menjaga kilang minyak tetap aman dari ancaman petir. Dengan langkah-langkah ini, industri minyak dan gas dapat terus beroperasi dengan lebih aman dan efisien.
Nah apa yang dilakukan kilang Putri Tujuh milik PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) Refinery Unit (RU) II Dumai? Untuk memimalisir dampak negatif terkait keberadaan petir? 
Kata orang bijak apapun yang ada di muka bumi ini pasti ada manfaatnya, begitupula petir. Seperti diketahui petir akan muncul ketika suatu wilayah di Bumi sedang mengalami musim hujan. Petir adalah gejala alam yang menghasilkan cahaya yang timbul atau disebut dengan kilat.
Lantas kenapa petir terjadi? Penyebab terjadinya petir berasal dari proses pelepasan listrik yang terjadi dari awan ke bumi dan dari awan ke awan lainnya. Gejala alam petir ini merupakan fenomena alam yang normal terjadi apalagi ketika hujan.
Meskipun menjadi fenomena alam yang normal, petir dapat menimbulkan bahaya bagi makhluk hidup. Contohnya, arus listrik pada petir dapat menyebabkan kematian.
Namun, selain menimbulkan bahaya, petir juga memiliki manfaat bagi kehidupan berbagai makhluk hidup di Bumi.
Lalu, apa saja manfaat petir bagi kehidupan makhluk hidup di Bumi?
Pertama manfaat petir bagi tumbuhan. Asam nitrat adalah salah satu molukel yang dibutuhkan tumbuhan. Molekul nitrat yang berguna bagi kehidupan tumbuhan ini dapat dihasilkan melalui fenomena petir.
Petir memiliki energi listrik yang dapat memutus ikatan nitrogen di atmosfer. Proses memutuskan ikatan nitrogen tersebut dapat membentuk nitrogen oksida. Di mana nitrogen oksida yang larut dalam air hujan akan berubah menjadi asam nitrat.
Asam nitrat tersebut kemudian akan turun ke permukaan Bumi dan dapat memberikan manfaat bagi tumbuhan.
Kedua petir membentuk ozon, ozon sendiri adalah molekul yang dapat melindungi Bumi dari radiasi sinar matahari.
Ya, saat terjadi fenomena petir, arus listriknya dapat memisahkan molekul oksigen dan nitrogen di atmosfer.
Selain itu, petir juga dapat membentuk zat yang bernama O3 atau biasa kita sebut sebagai ozon. Sehingga petir bermanfaat menghasilkan ozon yang dibentuk di atmosfer.
Lalu, kenapa petir bisa menyebabkan kebakaran? Petir yang berpotensi menyebabkan kebakaran bernama petir Cloud to Ground (CG), yaitu petir yang muncul dari awan, kemudian menyambar ke daratan.
Secara sifat, petir cenderung menyambar tempat terbuka atau objek yang lebih tinggi dari sekitarnya.
Alat-alat elektronik seperti televisi dan telepon rumah rentan tersambar petir karena selain bermuatan aliran listrik, alat ini juga tersebut tersambung dengan antena atau kabel yang posisinya cukup tinggi dari area sekitarnya.
Saat menyambar suatu objek, sambaran petir dapat membuat percikan api. Potensi terjadinya kebakaran bisa semakin besar jika percikan api mengenai objek yang mudah terbakar.
Melansir Lightning Protection Institute (LPI), satu sambaran petir dapat mengirimkan ratusan juta volt listrik yang berbahaya dan merusak bisa dibayangkan daya rusaknya.
Terlepas plus-minus fenomea alam petir. Yang terang ternyata banyak yang tidak tahu bahwa sambaran petir menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran kilang apakah itu di dalam negeri mau pun manca Negara.
Ya, kasat mata tingginya kilang minyak dan terletak di areal terbuka menjadi sasaran empuk kilat, bukankah sifat petir menyambar objek tertinggi yang ada di permukaan bumi.
Oleh karena itu, untuk menambah wawasan serta pemahaman bagi pembaca dan edukasi redaksi media ini merangkum dari berbagai sumber betapa pentingnya antisipasi dari migatasi alam seperti petir yang dilakukan PT Kilang Pertamina Internasional (KIP) Refinery Unit (RU) II beberapa waktu lalu. Sebab, kebakaran yang di kilang bisa dipastikan akan mengganggu pasokan BBM, tentu ini tidak diharapkan.
Lakukan Penelitian
Ada yang menarik dari tulisan opini Joni Welman Simatupang, pengajar di Fakultas Teknik Elektro Universitas Presiden Cikarang yang ditulisanya di beritasatu.com. Dalam tulisan itu, syahdan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) telah meminta PT Pertamina untuk mengevaluasi sistem penangkal petir yang diduga menjadi penyebab 17 kali kebakaran tangki, termasuk kebakaran terbaru di tangki minyak Kilang Pertamina Cilacap, Jawa Tengah.
Menurut laporan, yang menjadi biang keroknya adalah sambaran petir. Sebagai seorang akademisi dan warga negara yang baik, membuat Joni Wilman Simatupang tergerak untuk melakukan riset sederhana. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat tentang fenomena petir serta memberikan opini dan menawarkan solusi kepada para pengambil kebijakan.
Dari hasil pengumpulan data, bahwa selama kurun waktu 26 tahun (1995-2021), Pertamina telah mengalami kebakaran atau meledaknya tangki kilang minyak sebanyak 17 kali. Lebih dari 40% (7 kali), kejadian tersebut terjadi di Kilang Pertamina Cilacap.
Memang disebutkan bahwa sambaran petir adalah biang keroknya. Namun, sebenarnya ada juga penyebab lain seperti korosi/penuaan logam.
Tetapi, setidaknya kilang Cilacap mengalami 3 kali peristiwa kebakaran yang disebabkan oleh petir disertai hujan lebat. Yang pertama pada 10 Oktober 1995 (10 kilang minyak terbakar), yang kedua pada 11 Juni 2021 (1.100 barel Benzene hilang), dan yang ketiga baru saja terjadi pada 13 November 2021 (tangki area 36T102 berisi Pertalite terbakar).
Bahkan di 29 Maret 2021 lalu, Kilang Balongan (Tangki G) juga bocor dan terbakar diduga karena sambaran petir.
Pengaruh Iklim?
Namun, menurut dia, ada dua pertanyaan penting yang perlu dijawab. Pertama, mengapa dan bagaimana fenomena sambaran petir bisa terjadi? Kedua, benarkah ada perbedaan antara karakteristik petir di Indonesia yang beriklim tropis dengan negara yang beriklim subtropis, yang akan mempengaruhi standar sistem proteksi petir pada bangunan dan industri migas di Indonesia?.
Karakteristik petir di Indonesia yang beriklim tropis dengan negara lain (misalnya, negara-negara Eropa) yang beriklim subtropis. Seperti kita ketahui, atmosfer sebagai salah satu komponen sistem iklim berfungsi untuk mengisolasi bumi dengan menjebak panas dan mengangkut panas dan uap air.
Daerah yang memiliki iklim tropis mempunyai suhu rata-rata per hari lebih tinggi dibanding jenis iklim lainnya. Hal ini tidak lain disebabkan oleh posisi garis lintang yang terletak di sekitar garis ekuator. Rata-rata suhu panas di iklim tropis lebih dari 20 derajat Celcius, sedangkan suhu terdingin hanya sekitar 18 derajat Celcius.
Tidak heran, jika negara-negara beriklim tropis hanya memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. 
Namun, iklim ini juga sering kali mendapat pengaruh dari iklim ekstrem seperti fenomena El Nino dan La Nina. Kondisi ekstrem ini yang perlu dicermati oleh pihak Pertamina dan tentunya bekerja sama dengan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sehingga selalu waspada jika ada potensi pertumbuhan awan dan peningkatan curah hujan yang akan disertai petir.
Tidak hanya di Indonesia, gara-gara Petir, kebakaran besar melanda kilang minyak di Kuba. Dilaporkan 80 terluka dalam kebakaran, belasan petugas damkar hilang Gara-upaya memadamkan api yang kian menggila.
Seperti diketahui Kota Matanzas di Kuba yang memiliki fasilitas penyimpanan minyak mengalami kebakaran hebat pada Minggu (7/8/2022). Penyebab kebakaran itu adalah sambaran badai petir yang terjadi sejak Jumat.
Helikopter yang membawa bom air telah berusaha memadamkan api. Ketika bom air itu dijatuhkan, tulis idntimes.com, asap hitam mengepul hebat dan menyebar ke arah barat lebih dari 100 kilometer menuju ibu kota Havana.
Pasang Lightning Protection System
Lantas upaya apa yang dilakukan PT KPI RU II Dumai mengantisipasi sambaran petir yang dari sejumlah kasus terbakarnya kilang, petir diduga menjadi pemicu utama peristiwa itu terjadi?
Sebagai langkah mitigasi kebakaran tangki akibat kondisi alam khususnya sambaran petir, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) Dumai pasang Lightning Protection System di 30 titik di area kilang Dumai dan Sungai Pakning.
Penangkal petir atau Lightning Protection System (LPS) adalah suatu alat atau sistem rangkaian yang berfungsi untuk menangkap sambaran petir dan kemudian mengalirkan energi listrik dari sambaran petir tersebut ke Bumi.
Pekerjaan instalasi LPS ini merupakan salah satu rencana kerja utama PT KPI RU Dumai untuk peningkatan aspek safety dan pelaksanaan program Accelerated Preventive Response (APR) serta sebagai langkah tindak lanjut lesson learn dari kejadian di RU Cilacap dan RU Balongan.
Dalam laporannya, Manager Maintenance Execution, Ronald Pasaribu, mengatakan bahwa pekerjaan instalasi LPS ini sudah dimulai sejak 21 Maret 2022 lalu di 30 titik, yaitu 27 titik di area kilang Dumai dan 3 titik di area kilang Sei Pakning.
"Ketinggian tiang LPS adalah 36 meter dan 40 meter dengan sebaran titik instalasi pada area tank farm dan area proses, sesuai dengan koordinat pada assessment LAPI-ITB," ujar Ronald Pasaribu.
Ronald Pasaribu melanjutkan bahwa pekerjaan instalasi LPS dengan risiko ketinggian ini dapat berlangsung dengan zero accident berkat sinergi dan ketaatan aspek safety antara kontraktor pelaksana, direksi pengawas, serta fungsi lain di internal RU Dumai yang terkait. 
Dipaparkannya bahwa pekerjaan ini secara design dan quality telah memenuhi design dan quality acceptance dari Prof. Zoro selaku Tenaga Ahli Petir Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan commissioning yang dilaksanakan langsung oleh Prof Zoro dan team yang menyatakan "Accepted".
Seremonial selesainya pemasangan 30 titik LPS ditandai dengan pembunyian sirine oleh Pjs. General Manager RU II, Khabibullah Khanafie, pada Jumat (26/08) di Campo Blending-Oil Movement. Hadir pula pada kesempatan tersebut jajaran tim manajemen PT KPI RU Dumai, Prof. Reynaldo Zoro selaku pakar petir Indonesia, serta VP Operation & Maintenance PT PBAS, Chudori.
Khabibullah Khanafie mengapresiasi gerak cepat dan upaya sigap semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian pekerjaan pemasangan LPS pada titik koordinat yang telah ditentukan sesuai dengan Laporan Assessment Proteksi Petir oleh LAPI-ITB.
"Apresiasi kami sampaikan untuk Maintenance Execution sebagai pengawas dan PT PBAS sebagai kontraktor pelaksana atas kerja aman-nya (on safety). Apresiasi juga disampaikan atas penyelesaian pekerjaan yang sesuai standar (on quality), serta kepada semua fungsi internal PT KPI RU Dumai yang terlibat dalam pembangunan 30 tower LPS ini dari awal inisiasi pekerjaan hingga pekerjaan ini selesai," ujar Khabibullah Khanafie melalui keterangan tertulis yanhg diterima media ini beberapa waktu lalu.
"Semoga dengan pembangunan LPS ini, PT KPI RU Dumai dan Sei Pakning semakin andal dan bisa menjadi garda terdepan untuk kemandirian enegi nasional serta meningkatkan daya saing global," katanya.
Tingkatkan Pelatihan
Selain melakukan berbagai antisipasi dalam kerangka meminimalisir menyusul amukan petir, PT KPI RU Dumai juga menggelar latihan penanggulangan keadaan darurat skala besar.
Ini dilakuan dalam rangka mengukur dan meningkatkan responsivitas tim Organisasi Keadaan Darurat (OKD) serta Tim Bantuan Keadaan Darurat (TBKD) dalam menanggulangi keadaan darurat yang terjadi, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) Dumai menggelar Major Emergency Drill Level II, Jumat (9/9).
Major Emergency Drill atau latihan penanggulangan keadaan darurat skala besar adalah latihan yang ditujukan untuk menanggulangi kejadian yang tidak diinginkan yang dapat mengakibatkan gangguan pada kegiatan operasional kilang atau mengandung potensi kerugian bagi perusahaan serta memerlukan penangangan sesegera mungkin dengan melibatkan unsur-unsur OKD dan TBKD dilingkungan RU Dumai dan Kantor Pusat PT KPI.
Berdasarkan Tata Kerja Organisasi (TKO) Penanggulangan Keadaan Darurat di PT KPI RU Dumai dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu Minor, Level I, Level II dan Level III.
Minor adalah keadaan darurat yang penanggulangannya dalam dilakukan oleh unsur-unsur OKD di internal RU Dumai - Sei Pakning.
Major Emergency Level I adalah keadaan darurat yang penanggulangannya selain dilakukan oleh unsur-unsur OKD dan TBKD internal RU Dumai, juga melibatkan unsur-unsur OKD yang ada dilingkungan sekitar RU Dumai seperti Unit Operasi Pertamina Group (Patra SK, PHR, Pertamina Patra Niaga Sumbagut dll), aparat TNI & Kepolisian, BPBD Dumai, Dinsos, DLH dll disesuaikan dengan tipe keadaan darurat yang terjadi.
Major Emergency Level II adalah keadaan darurat yang dikarenakan sesuatu dan lain hal terjadi eskalasi dampaknya berpotensi akan menjadi lebih besar lagi dan memerlukan sumber daya lain dilingkungan PT KPI (bantuan antar RU), maka dari itu RU Dumai akan meminta dukungan sumber daya manusia, peralatan dan logistik lainnya melalui OKD Kantor Pusat PT KPI yang berada di Jakarta.
Sedangkan Major Emergency Level III adalah keadaan darurat yang dikarenakan sesuatu dan lain hal berkembang menjadi bencana nasional sehingga upaya penanggulangan melibatkan bantuan lintas kawasan serta instansi pemerintah pusat.
Area Manager Communication, Relations, & CSR RU II, Agustiawan, mengatakan bahwa pelaksanaan latihan keadaan darurat ini ditandai dengan diaktifkannya OKD yang dipimpin oleh GM selaku Emergency Response Commander (ERC).
Yang didukung oleh Deputy ERC yang dijabat oleh Senior Manager Operation & Manufacturing, Incident Commander (IC) yang diisi oleh Manager HSSE, Chief Operation Section (COS) oleh Manager Production, Chief Planning Section (CPS) oleh Manager Engineering & Developement, Chief Logistic Section (CLS) oleh Manager Procurement, Chief Administration & Finance Section (CAFS) oleh Manager Finance serta Public Information Support/ Liasion Support (PISLS) oleh Area Manager Communication, Relations & CSR.
Skenario yang dijalankan adalah keadaan darurat karena kebakaran tangki akibat serangan drone oleh orang tidak dikenal termasuk sambaran petir. Major Emergency Level 1 dideklarasi sesuai instruksi ERC setelah kondisi kebakaran tangki semakin membesar, yang kemudian dieskalasi menjadi Major Emergency Level 2 setelah Fire Brigade yang ada di PT KPI RU Dumai memerlukan dukungan peralatan dan logistik foam tambahan untuk dapat melakukan pemadaman secara maksimal.
Pada skenario keadaan darurat level 2 ini juga dilakukan latihan evakuasi masyarakat Ring 1 dari Assembly Point (tempat berkumpul sementara) ke Muster Point (tempat berkumpul utama) yang letaknya jauh dari kilang.
“Dalam latihan kali ini, kami juga melibatkan pihak eksternal seperti Kodim, Polres, Dinas Sosial, BPBD, Damkar, serta Kelurahan dan LPMK agar setiap pihak mempunyai pemahaman serupa mengenai prosedur penanganan keadaan darurat yang mungkin terjadi di RU Dumai,” lanjut Nurhidayanto.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa kegiatan Major Emergency Drill ini juga bertujuan untuk melakukan pengecekan terhadap readiness peralatan dan perlengkapan pemadaman kebakaran tangki.
Dilain pihak, Pjs. GM PT KPI RU II, Khabibullah Khanafie, mengucapkan ?terima kasih untuk semua pihak yang terlibat, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan Drill ini.
"Kita harapkan kejadian sebenarnya tidak pernah terjadi, namun kita harus selalu siap terhadap situasi yang mungkin saja bisa terjadi. Kita akan terus evaluasi kesigapan Tim OKD dan TBKD, peralatan, serta prosedur agar kita semakin baik dalam mengatasi kondisi keadaan darurat ini," kata Khabibullah Khanafie.
Selain tim OKD dan TBKD, Direktur Utama PT KPI, Taufik Aditiyawarman, Direktur Operasi PT KPI, Didik Bahagia, serta tim RU IV Cilacap dan tim RU V Balikpapan juga terlibat langsung dalam skenario latihan dan memantau jalannya proses Major Emergency Drill Level II kali ini.
Antisipasi yang dilakukan PT KPI RU II Dumai tentu patut diapresiasi. Kenadati begitu, tak hanya usaha lahir tapi batin tetap dilakukan.
Karena sesungguhnya Petir yang menjadi “musuh” utama kilang itu adalah ciptaan Sang Pencipta Alam. Oleh sebab itu, sebagai orang timur yang kental dengan nuansa religius notabene doa tetap dilakukan tanpa henti agar “gundala Cs” tetap jinak tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.***