DUMAI (Surya24) - Selama 3 hari, sejak Jumat (06/06/2025) hingga Ahad (08/06/2025), Kota Dumai menyembelih 3.161 ekor hewan kurban. Terdiri dari 2.196 ekor sapi, 13 ekor kerbau dan 952 ekor kambing.
"Alhamdulillah, animo masyarakat untuk berkurban cukup tinggi. Bahkan jumlahnya naik jauh di atas tahun lalu dan perkiraan kami di 2025 ini," kata Kadis Ketahanan Pangan Kota Dumai, Mukhlis Suzantri, Senin (08/06/2025).
Tahun 2024 lalu Kota Dumai menyembelih 2.194 hewan kurban. Terdiri dari 1.443 ekor sapi dan 751 ekor kambing.
"Terjadi peningkatan yang cukup siginifikan jika dibandingkan dengan tahun 2024 lalu. Semangat berkurban yang cukup tinggi," terang Mukhlis.
Dari data jumlah hewan kurban yang masuk, kecamatan Dumai Selatan mencatat angka tertinggi. 631 ekor yang terdiri dari 472 ekor sapi dan 159 ekor kambing .
Kecamatan Dumai Timur tahun 2025 ini menempati urutan kedua yang menyembelih 616 ekor hewan kurban. Terdiri dari 467 ekor sapi dan 149 ekor kambing.
Di urutan ketiga, Kecamatan Dumai Barat yang menyembelih 598 ekor. Terdiri dari 337 ekor sapi, 1 ekor kerbau dan 260 ekor kambing.
Berikutnya di urutan keempat, kecamatan Bukit Kapur yang menyembelih 473 ekor. Terdiri dari 321 ekor sapi, 12 ekor kerbau dan 140 ekor sapi.
Kecamatan Dumai Kota menyembelih 397 ekor dengan rincian 270 ekor sapi dan 370 ekor sapi dan 127 ekor kambing. Sungai sembilan sebanyak 309 ekor dengan rincian 234 sapi, 1 ekor kerbau dan 74 ekor kambing. Sedangkan Medang Kampai menyembelih 137 ekor hewan kurban yang terdiri dari 95 ekor sapi dan 42 ekor kambing.
"Data ini memang belum final. Berkemungkinan masih ada yang menyembelih setelah libur. Jumlahnya kami perkirakan tidak akan banyak lagi," kata Mukhlis seperti yang dilansir Koran Dumai Pos.
Lokasi maupun pelaksana kurban, terang Mukhlis terdiri dari masjid dan mushalla, organisasi, instansi pemerintah, perusahaan dan perorangan.
"Dan Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan post mortem oleh tim verifikator yang kami turunkan, tidak ada hewan yang kita temukan berpenyakit. Semua sehat dan layak konsumsi," tutup Mukhlis. (OK)