JAKARTA (SURYA24.COM) - Bocah Indonesia bernama Ulul Albab El Ibrahim menjadi pendamping Cristiano Ronaldo dalam laga Portugal vs Ghana di Grup H Piala Dunia 2022, Kamis (24/11). Berikut kronologi bocah Indonesia digandeng Ronaldo di Piala Dunia 2022.
Ibu dari Ibrahim, Avida Suswanti menceritakan proses Brow, panggilan akrab Ibrahim, bisa mendampingi Ronaldo saat diwawancara CNNIndonesia.com.
"Ibrahim dapat tawaran dari sekolah sebagai player escort, lalu kami submit dan Alhamdulillah diterima. Kurang lebih 1,5 sampai dua bulan dari pendaftaran sampai pengumumannya," kata Avida kepada CNNIndonesia.com.
Avida mengatakan, dirinya tidak tahu-menahu soal sosok pemain yang akan didampingi oleh anaknya di Piala Dunia 2022. Ia pun baru mengetahui anaknya digandeng Ronaldo saat menonton siaran langsung pertandingan.
"Saya sama sekali tidak tahu, dan baru tahu ketika nonton TV Brow high five [tos] dengan CR7," ujarnya.
"Saya masih belum berpikir dia akan digandeng. Tapi pas dia mau masuk ke lapangan saya kaget ternyata anak saya yang digandeng CR7," kata dia melanjutkan.
Ibu asal Madiun itu menyampaikan, anaknya menjadikan sepak bola sebagai hobi saat ini. Sang anak mengenal Ronaldo melalui video games dan kini berhasil bertemu langsung dengan idola.
"Dia sering main [video games] FIFA. Ibrahim idolanya CR7," ucap Avida.
"Ibrahim ingin jadi pemain sepak bola profesional, semoga keinginannya terwujud," ujarnya menambahkan.
Avida melalui Instagram mengabadikan momen anaknya digandeng Ronaldo melalui unggahan foto. Ia mengungkapkan kebanggaan terhadap sang anak.
"Masya Allah anakku masuk Instagram-nya Cristiano. Terima kasih banyak CR7 sudah membawa anak saya bersamamu di lapangan Piala Dunia," tulis Avida di Instagram.
Dalam pertandingan itu, Portugal sukses keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2. Ronaldo menjadi salah satu pencetak gol melalui eksekusi tendangan penalti.
Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda. Gol ke gawang Ghana juga membuatnya menjadi pemain tertua kedua (37 tahun) yang mencetak skor di Piala Dunia setelah Roger Milla bersama Kamerun (42 tahun).
Ghana sempat mengejar ketinggalan melalui gol Andre Ayew dan Osman Bukari. Namun Portugal berhasil memastikan kemenangan berkat tambahan gol dari Jao Felix dan Rafael Leao.
Ketakutan Dihukum FIFA
Sementara itu, Timnas Inggris ketakutan dihukum FIFA di Piala Dunia 2022 jika mengikuti jejak Jerman yang melakukan protes karena larangan menggunakan ban kapten pelangi One Love.
FIFA tegas melarang penggunaan ban kapten One Love yang melambangkan kesetaraan untuk komunitas LGBTQ di Piala Dunia 2022. Larangan itu dibuat demi menghormati Qatar sebagai negara Muslim yang juga melarang homoseksualitas.
Melansir cnnindonesia.com, larangan FIFA itu direspons Jerman. Tidak saja dalam bentuk komentar, Die Mannschaft melanjutkan protes itu dengan aksi tutup mulut saat melawan Jepang, Rabu (23/11).
Sikap Jerman mendapat tanggapan dari pelatih Inggris Gareth Southgate. Southgate mengatakan tidak akan mengikuti jejak Jerman jelang melawan Amerika Serikat dalam lanjutan pertandingan Grup B Piala Dunia 2022 di Stadion Al Bayt, Sabtu (26/11) dini hari WIB.
The Three Lions tidak akan mengikuti jejak Jerman karena takut mendapat hukuman dari FIFA. Di mata Southgate masalah ancaman hukuman dari penggunaan ban kapten One Love itu sendiri tidak jelas.
"Apakah kita harus tampil dengan isyarat yang lebih baik daripada yang dilakukan Jerman? Saya pikir kita harus merasa nyaman dengan apa yang kita perjuangkan. Itu tidak berarti kami tidak akan melakukan apa pun untuk maju jika waktunya tepat," ujar Southgate dikutip dari Mirror.
"Jika kita terburu-buru terlihat melakukan sesuatu, maka kita bisa membuat kesalahan yang tidak berjalan dengan baik. Pada saat ini, para pemain dan saya khususnya, kami harus fokus pada permainan. Tentu saja FA mengambil tanggung jawabnya dengan serius. Kami tidak akan pernah menolak pertanyaan apa pun," ucap Southgate menambahkan.
Southgate mengaku tidak tahu banyak soal larangan penggunaan ban kapten pelangi dan juga ancaman sanksi dari FIFA.
"Bahkan keputusan dari organisasi tidak menempatkan ban kapten di ruang ganti. Tidak ada diskusi, itu sudah selesai," tutur Southgate.
"Pemain tidak memiliki suara dalam hal itu. Tapi seperti apa persisnya saya tidak tahu karena saya tidak ada dalam pertemuan itu. Itu bukan sesuatu yang ingin saya habiskan lebih banyak waktu," kata Southgate melanjutkan.***