Membidik Pasar Global : Bumbu Masak Buya ( BMB ) Lakukan Inovasi
Johor Bahru (Surya24.com) - Mengambil langkah menuju pangsa pasar global telah menjadi impian bagi para pelaku UMKM di Indonesia. Jalan ini membuka peluang bagi pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas cakupan bisnis mereka ke negara-negara di seluruh dunia.
Tidak mudah bagi UMKM untuk bertahan, apalagi berkembang. Tantangan seperti keterbatasan modal, akses ke teknologi, dan persaingan yang ketat sering menjadi hambatan utama. Namun, banyak UMKM yang berhasil mengatasi tantangan ini dengan kreativitas dan semangat juang yang tinggi.
Sebuah usaha kecil produsen Bumbu Masak Buya ( BMB ) ingin menjawab tantangan tersebut. Diawali dengan perkenalan dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri ( KADIN ) Dumai , mimpi itu seakan terlihat semakin nyata. .jpg)
LAKUKAN INOVASI PRODUK
Melakukan inovasi produk merupakan jalan pertama yang dilakukan oleh owner-nya Drs.Helmi yang akrab disapa " Buya ".
Bumbu Masak Buya ( BMB ) yang mengawali produksinya 32 tahun lalu dalam bentuk bumbu masak kering sudah cukup menguasai pasar lokal. Buya sapaan akrab pria paruh baya ini melakukan inovasi produk bumbu masakan berbentuk pasta ( ready to cook ) dan makanan siap saji ( ready to eat ).
Strategi ini mendapat respon pasar lokal yang cukup bagus bahkan pesanan bertubi tubi datang dari berbagai kalangan. Motivasi semakin tumbuh didalam pikiran pria tamatan Fakultas Keguruan ( FKIP ) Universitas Riau jurusan Biologi ini.
MASUK PASAR GLOBAL
Setelah inovasi produk dilakukan, mimpi selanjutnya mulai muncul. Terpikir bagaimana produknya masuk pasar global dan diterima banyak penikmat kuliner dunia.
Tentunya tantangan ini memerlukan pendampingan dari kelembagaan yang bisa memberikan dukungan dan penguatan sehingga mimpi ini bisa terwujud. Kamar Dagang dan Industri ( KADIN ) Dumai kembali menjadi pihak yang berjasa besar untuk mewujudkan mimpi besar ini.
Tahun 2023 menjadi awal bagi Bumbu Masak Buya ( BMB ) menembus pasar global dengan keikutsertaan pada expo yang dilaksanakan oleh Perbadanan Usahawan Johor Bahru ( PUJB ). BMB ikut sebagai peserta expo yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia ( KJRI ) Johor Bahru.
Dan akhirnya mimpi masuk pasar global dimulai dengan perlahan namun pasti tabir mulai terbuka.
TANTANGAN BARU MUNCUL
Mimpi besar berbarengan muncul dengan tantangan besar bagi sebuah usaha kecil seperti Bumbu Masak Buya ( BMB ). Pasar Global menuntut standarisasi produk mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, kebersihan tempat produksi, cara packing dan beberapa hal pendukung lainnya. Akankah tantangan ini terjawab?.(cu)
