10 Kandidat Lolos Administrasi Berebut Kursi Sekda Kabupaten Solok, Siapa Paling Layak Jadi “Jenderal” Birokrasi?

Kabupaten Solok (Surya24.com) – Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok memasuki babak baru. Dari 17 pejabat yang mendaftarkan diri dalam seleksi terbuka, hanya 10 kandidat yang berhasil melewati tahap administrasi.

Hasil tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 800/06/PANSEL-JPTP.KAB.SOLOK/2026 tentang Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Terbuka Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Tahun 2026, yang diumumkan Pemerintah Kabupaten Solok, Sabtu (29/8/2026).

Artinya, 10 nama kini resmi masuk arena perebutan jabatan strategis sebagai orang nomor satu dalam struktur birokrasi Kabupaten Solok.

Anggota Panitia Seleksi Terbuka JPTP Kabupaten Solok, Drs. Bustamar, MM, mengatakan penetapan dilakukan setelah panitia melakukan verifikasi terhadap seluruh dokumen dan persyaratan yang disampaikan para pelamar.

“Dari 17 orang yang mendaftar, setelah dilakukan verifikasi dokumen dan persyaratan, sebanyak 10 orang dinyatakan memenuhi syarat dan lulus seleksi administrasi,” ujarnya.

Kesepuluh kandidat yang dinyatakan lulus seleksi administrasi yakni: Drs. Asril, MM; Dery Akmal, ST; Effia Vivi Fortuna Ahadi Destri, ST, MM; Efriyanto, S.Sos., MM; Muhammad Djoni, S.STP., M.Si.; Muliadi Marcos, SE, MM; Nafri, ST, MT, M.Si.; Retny Humaira, ST; Rudy Repenaldi Rilis, S.STP., M.Si.; dan Ir. Syoufitri, MM. Nama-nama tersebut disusun berdasarkan abjad dan bukan berdasarkan peringkat.

Dengan demikian, belum ada kandidat yang bisa disebut sebagai calon terkuat. Seluruh peserta masih harus melewati sejumlah tahapan seleksi yang akan menjadi penentu.

Sepuluh kandidat yang tersisa membawa rekam jejak birokrasi yang berbeda-beda.

Asril memiliki pengalaman di bidang pemerintahan umum dan perhubungan. Ia pernah menjabat Kepala Satpol PP serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Solok dan kini dipercaya memimpin Satpol PP dan Damkar Kabupaten Solok.

Dery Akmal datang dengan pengalaman panjang di bidang pengawasan internal pemerintahan. Ia pernah menjabat Sekretaris Inspektorat, Plh Inspektur hingga Inspektur Daerah Kabupaten Solok.

Effia Vivi Fortuna memiliki pengalaman teknis di sektor pekerjaan umum dan infrastruktur. Ia pernah memimpin Dinas PUPR serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Solok.

Dari Pemerintah Kota Sawahlunto, terdapat Efriyanto, yang memiliki pengalaman memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Pariwisata serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak.

Muhammad Djoni memiliki pengalaman di bidang pemerintahan dan perhubungan. Ia pernah memimpin Dinas Perhubungan Kabupaten Solok dan kembali dipercaya menduduki jabatan tersebut pada April 2026.

Nama Muliadi Marcos juga tidak asing dalam birokrasi Kabupaten Solok. Rekam jejaknya terentang dari camat, sekretaris perangkat daerah, Kepala Diskominfo, Sekretaris DPRD hingga Staf Ahli Bupati. Saat ini ia dipercaya memimpin Dinas Sosial Kabupaten Solok.

Dari bidang perencanaan pembangunan, terdapat Nafri, yang memiliki pengalaman sebagai sekretaris, Plt Kepala hingga Kepala Bapelitbang Kabupaten Solok.

Kemudian Retny Humaira membawa pengalaman di bidang pendapatan daerah serta perumahan dan permukiman. Saat ini ia menjabat Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Solok.

Sementara Rudy Repenaldi Rilis menjadi kandidat dengan pengalaman sebagai Sekda definitif di Kabupaten Padang Pariaman. Saat ini ia menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Pariaman.

Adapun Syoufitri memiliki pengalaman seblumnya di Manogwari Papua Barat di Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Bidang Sarana Prasarana Bapeda, Kabid Pangan Kadis Sosial, dan kini menjabat Kepala Dinas Perikanan dan Pangan.

Pertarungan menuju kursi Sekda bukan sekadar soal siapa yang paling senior atau paling lama menduduki jabatan.

Sekda merupakan posisi strategis yang berperan dalam membantu kepala daerah mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pelayanan publik hingga sinkronisasi kinerja seluruh perangkat daerah.

Karena itu, kemampuan manajerial, kepemimpinan, menyusun kebijakan, menyelesaikan persoalan serta membangun koordinasi lintas organisasi perangkat daerah akan menjadi bagian penting dalam proses seleksi.

Di titik inilah rekam jejak sepuluh kandidat akan benar-benar diuji.Setelah dinyatakan lulus administrasi, kesepuluh kandidat akan memasuki tahapan pengujian berikutnya.

Tes penilaian kompetensi dijadwalkan pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 di UPT Uji Kompetensi BKD Provinsi Riau.

Selanjutnya, peserta akan mengikuti penulisan makalah pada 7 September 2026 di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok.

Sehari setelahnya, 8 September 2026, kandidat akan menjalani presentasi makalah dan wawancara di lokasi yang sama.

Tahapan tersebut akan menjadi ruang bagi panitia untuk melihat kemampuan dan gagasan masing-masing kandidat dalam menghadapi persoalan pemerintahan serta tantangan pembangunan Kabupaten Solok.

Kini, pertanyaannya bukan lagi siapa yang mendaftar. Pertanyaannya: siapa yang paling siap memimpin gerbong birokrasi Kabupaten Solok?

Sepuluh kandidat telah lolos pintu pertama. Namun, perjalanan menuju kursi Sekda masih panjang. Rekam jejak, kompetensi, gagasan, kepemimpinan dan kemampuan membangun koordinasi akan menjadi pertaruhan.

Pada akhirnya, hanya satu nama yang akan dipercaya menduduki kursi strategis tersebut dan menjadi “jenderal” birokrasi Kabupaten Solok.(zon)