LAMR Lepas Herry Heryawan, Green Policing dan Budaya Melayu Warisan Pengabdian
PEKANBARU (Surya24.com) – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) bersama Hulubalang LAMR memberikan penghormatan kepada Komjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., dalam Majelis Melepas Kepindahan dan Syukuran di Gedung LAMR Provinsi Riau, Sabtu (10/10/2026).
Majelis yang berlangsung khidmat dan sarat nilai budaya Melayu tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian Herry Heryawan selama bertugas di Provinsi Riau, sekaligus doa untuk mengiringi amanah barunya.
Panglima Besar Hulubalang LAMR, Datuk Muhammad Nasir, hadir bersama jajaran pengurus DPP Hulubalang LAMR dengan mengenakan pakaian adat Melayu. Kehadiran mereka menjadi simbol penghormatan terhadap sosok yang dinilai telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Riau.
Mengusung motto “Menyudahi Amanah Lama, Menjunjung Amanah Baru”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi serta mengenang kiprah Herry Heryawan dalam penegakan hukum, pelestarian lingkungan, dan penguatan identitas budaya Melayu.
Di mata masyarakat adat, Herry Heryawan dikenal sebagai sosok yang tegas dalam penegakan hukum sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui program Green Policing. Program tersebut dinilai sejalan dengan semangat menjaga alam dan melestarikan nilai-nilai budaya Melayu yang terangkum dalam semboyan “Merawat Tuah, Menjaga Marwah.”
Apresiasi juga diberikan atas kebijakan penggunaan tanjak Melayu setiap Jumat di lingkungan kedinasan. Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat identitas Melayu dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Datuk Muhammad Nasir menyampaikan bahwa pengabdian Herry Heryawan telah meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Riau, terutama dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan penghormatan terhadap budaya daerah.
DPP Hulubalang LAMR turut mendoakan agar Herry Heryawan senantiasa diberikan kelancaran, keberkahan, dan kesuksesan dalam mengemban amanah di tempat tugas yang baru.
Pergantian tugas, menurut semangat majelis tersebut, bukanlah akhir dari pengabdian. Nilai ketegasan, kepedulian terhadap lingkungan, dan penghormatan terhadap adat Melayu diharapkan terus menjadi inspirasi bagi masyarakat serta generasi mendatang.(netri)
