AQUA dan PKBI Sumbar Dorong Ekonomi Sirkular dari Sumber

Forum Bank Sampah Kabupaten Solok Resmi Dikukuhkan

KABUPATEN SOLOK (Surya24.com) - Pengelolaan sampah di Kabupaten Solok memasuki babak baru. 20 Pengurus Forum Bank Sampah Kabupaten Solok resmi diluncurkan dan dikukuhkan sebagai forum bank sampah pertama di Sumatera Barat, yang diinisiasi oleh PT Tirta Investama AQUA Solok bersama PKBI Sumatera Barat (Selasa, 1/9). 

Inisiatif pembentukan Forum Bank Sampah Kabupaten Solok juga menunjukkan semakin pentingnya peran dunia usaha dan organisasi masyarakat sipil dalam mendukung agenda pembangunan lingkungan, khususnya di tengah penguatan efisiensi dan efektivitas pemerintah. 

Keterbatasan sumber daya pemerintah tidak berarti agenda lingkungan harus berhenti. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Zaitul Ikhlas menyatakan bahwa kondisi tersebut mendorong lahirnya model kolaborasi yang lebih kuat. Dunia usaha dan NGO mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan masyarakat, memperkuat kelembagaan, membangun kapasitas, serta menghadirkan inovasi di tingkat komunitas. 

Hingga tahun 2026, Kabupaten Solok telah memiliki 1 Bank Sampah Induk (BSI) dan 11 Bank Sampah Unit (BSU) yang aktif dalam kegiatan pemilahan, pengumpulan, dan pemanfaatan kembali sampah. Perkembangan tersebut menunjukkan adanya komitmen masyarakat dalam mengurangi sampah sejak dari sumber. Namun, penguatan koordinasi dan jejaring antarbank sampah masih diperlukan agar berbagai inisiatif yang telah tumbuh dapat berkembang secara lebih terarah dan berkelanjutan. 

“Forum Bank Sampah Kabupaten Solok diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan visi, memperkuat kapasitas kelembagaan, membangun komunikasi antarbank sampah, serta berkontribusi dalam penurunan volume sampah yang dibuang ke TPA, ujar Deden selaku kepala pabrik AQUA Solok. 

PT Tirta Investama AQUA Solok melalui program CSR menjadi salah satu pihak yang secara konsisten mendukung pengembangan bank sampah dan pemberdayaan masyarakat. Sementara PKBI Sumatera Barat berperan sebagai mitra pelaksana dalam penguatan kelembagaan, edukasi kesehatan lingkungan, pemberdayaan komunitas, dan pengembangan kolaborasi multipihak. 

Sekretaris Pengurus PKBI Sumatera Barat, Firdaus Jamal, dalam kegiatan ini menyampaikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan bank sampah sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah dari sampah. 

Rangkaian kegiatan ini, menghadirkan talkshow melalui tiga perspektif penting. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok membahas kebijakan dan kolaborasi menuju Solok bebas sampah. Program Manager Susdev Danone Indonesia membahas praktik ekonomi sirkular dan tanggung jawab dunia usaha. Akademisi dari Teknik Lingkungan Universitas Andalas mengangkat peran masyarakat, inovasi, dan praktik baik pengelolaan sampah dari sumber. 

Dengan dikukuhkannya Forum Bank Sampah Kabupaten Solok sebagai forum pertama di Sumatera Barat, Kabupaten Solok diharapkan dapat menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah tidak harus sepenuhnya bertumpu pada pemerintah. Kolaborasi pemerintah, NGO, dunia usaha, nagari, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk membangun gerakan lingkungan yang mandiri dan berkelanjutan.(zon)