Ribuan Warga Kota Tumpah Ruah Saksikan Pentas Seni Rakyat Riau 2022

PEKANBARU (Surya24.com) - Ribuan masyarakat kota Pekanbaru tumpah ruah menyaksikan rangkaian hiburan Pentas Seni Rakyat Riau 2022 yang digelar di kawasan Car Free Day, Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Minggu (28/8/2022) pagi hingga siang hari.

Selain menampilkan seni tradisi Melayu seperti tarian Rentak Bulian Talang Mamak dari Indragiri Hulu, atraksi pencaksilat lintas aliran dan daerah dari kampung Silat Alam Mayang termasuk Silat Tarung Sarung Bugis, juga aksi para seniman, Sastrawan dan budayawan Riau membacakan puisi-puisi bertemakan kritik dan auotokritik.

Tentu saja penampilan para penyanyi dan grup band lintas generasi beraliran pop, rock dan jass ikut menyemarakkan Pentas Seni Rakyat Riau 2022 itu. Para Legend di blantika musik tersebut mampu menyedot warga kota Pekanbaru yang sedang berolahraga pagi di kawasan Car Free Day tersebut untuk "merapat" ke lokasi panggung acara yang dipandu pelawak beken Riau Udin Semekot serta disiarkan secara live Tv Danish Pro YouTube.

Ketua panitia pelaksana pentas seni rakyat Riau 2022 H Dheni Kurnia dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terimakasih atas dukungan semua pihak dalam pelaksanaan pentas seni rakyat Riau 2022 kerja sama Kantor Penasehat Ahli Gubernur Riau Bidang Informasi dan Komunikasi dengan Lembaga Pengembangan dan Pengkajian Budaya Melayu Riau (LP2MR).

"Terimakasih atas dukungan bapak Gubernur Riau, hari ini pak Gubernur Riau berhalangan hadir karena ada tugas. Bapak Gubernur Riau diwakilkan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen," kata Dheni Kurnia yang juga Penasehat Ahli Gubernur Riau Bidang Informasi dan Komunikasi.

Pentas Seni Rakyat Riau Tahun 2022, selain dimaksudkan untuk hiburan HUT RI ke 65 juga bentuk rasa syukur atas anugerah kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada Bangsa Indonesia. Kegiatan hiburan rakyat dilaksanakan sebagai upaya untuk melestarikan seni dan musik tradisi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Provinsi Riau.

"Pentas seni rakyat Riau, juga sebagai sarana pengembangan bakat, serta membudayakan kesenian semua suku yang ada di Riau," tutur Dheni Kurnia.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen dalam sambutannya mengucapkan selamat atas suksesnya penyelenggaraan Pentas seni rakyat Riau 2022. Diinformasikan juga kalau pantun dari Riau sudah masuk dalam warisan budaya takbenda (WBTb) dari UNESCO dan dan masuk dalam daftar intangible cultural heritage UNESCO pada sidang ke-15 secara daring tanggal 14-18 Desember 2020 silam.

"Pantun budaya masyarakat Melayu di Riau sekarang sudah diakui dunia," kata Yoserizal seraya mengatakan usulan pantun sebagai warisan budaya takbenda selain dirinya juga diusulkan dua rekanya yaitu mantan Ketua LAM Riau Al Azhar (almarhum) dan tokoh masyarakat OK Nizami Djamil.

Kemudian, warisan dunia tak benda juga diusulkan yaitu Silat Pangian dari Kuansing serta Silek Tigo Bulan dari Rokan Hulu. "Acara ini menjadi motivasi untuk membudayakan kesenian dan kebudayaan yang ada di Provinsi Riau," ujarnya.

Penyair mancanegara asal Riau A Aris Abeba yang merupakan imam panggung Toktan tampil membacakan puisi "Dukaku" dalam rangkaian Pentas Seni Rakyat Riau itu. Disusul ketua LAM Riau Datuk Seri Taufik Ikhram Jamil dan DR drh Chaidir.

Penyair muda Zulpen Zuhri juga tak mau kalah dengan para seniornya. Zulpen, seniman dan wartawan itu, tampil  membawakan puisi karya Dodi Irawan"Misteri Gerbang Pontong".

Puisi kritik yang bercerita tentang terbengkalainya sebuah gerbang yang dibangun tahun 2011 dan hancur sebelah tak lama setelah dibangun.

Dalam prolognya, Zulpen mengakui kalau puisi kritik tersebut sudah tidak relevan lagi. Sebab, setelah 10 tahun Gerbang kota Rengat yang pontong sebelah itu akhirnya sudah dibangun gerbang baru tak jauh dari Gerbang Pontong itu pada tahun 2021 dengan menelan anggaran Rp3,3 miliar lebih. (**)


Tulis Komentar