Partai Buruh Sebut Ida Fauziyah Menteri Tenaga Kerja Terburuk Sepanjang RI

Presiden Partai Buruh Said Iqbal (Dok: ANTARA FOTO)

JAKARTA (Surya24.com) -- Presiden Partai Buruh Said Iqbal menilai Ida Fauziyah merupakan Menteri Ketenagakerjaan RI terburuk. Penilaian itu didasarkan atas upah kelas pekerja atau buruh yang tidak mengalami kenaikan hingga tiga tahun terakhir.

"Inilah Menteri Tenaga Kerja terburuk sepanjang Republik. Tidak memahami persoalan dan tidak mengerti hitungan ekonomi, dan hanya melindungi kaum kelas pengusaha hitam," ujar Said dalam jumpa pers secara daring, Sabtu (17/9).

Said menyoroti Omnibus Law Cipta Kerja yang menjadi biang keladi atas penderitaan kelas pekerja.

"Omnibus Law yang disoroti adalah biang keladi tidak naiknya upah selama tiga tahun berturut-turut. Di tengah kenaikan harga-harga barang yang melambung tinggi dengan tingkat inflasi 15 persen lebih, upah sudah dinyatakan tidak naik kembali. Berarti Menteri Tenaga Kerja memasuki tahun keempat tidak menaikkan upah," imbuhnya dikutip cnnindonesia.com.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Ida Fauziyah melalui sambungan telepon dan pesan tertulis untuk meminta respons atas penilaian Said, namun yang bersangkutan tidak menjawab hingga berita ini ditulis.

Adapun Partai Buruh bersama sejumlah elemen kelas pekerja akan menggelar aksi nasional secara serentak di 34 provinsi di Indonesia pada Selasa, 4 Oktober 2022.

Teruntuk wilayah Jabodetabek, diperkirakan 5.000 sampai 7.000 buruh akan menggeruduk Istana Negara, Jakarta Pusat.

Mereka menuntut tiga hal yakni meminta pemerintah menurunkan harga BBM seperti sebelumnya; menolak Omnibus Law Cipta Kerja; dan menuntut kenaikan upah buruh tahun 2023 sebesar 13 persen.

"Puluhan ribu buruh, petani, nelayan, guru honorer, pekerja rumah tangga, miskin kota, pekerja informal, dan pemuda akan mengikuti aksi," ucap Said.***

 


Tulis Komentar