Gegara Twitter Terancam Bangkrut Elon Musk Ketar-ketir

(Dok: REUTERS/DADO RUVIC).

JAKARTA (SURYA24.COM)- Elon Musk tengah ketar-ketir. Pasalnya, Twitter terancam bangkrut di tengah hengkangnya sejumlah pentolan perusahaan hingga potensi kasus pelanggaran privasi AS.

 

Teranyar, Kepala Keamanan Informasi Twitter Lea Kissner dan Kepala Integritas dan Keamanan Twitter Yoel Roth memilih hengkang usai Elon Musk melakukan PHK massal kepada 3.700 karyawan.

 

Musk sudah memperingatkan bahwa perusahaan mungkin kehilangan miliaran dolar AS tahun depan dan tidak menutup kemungkinan jatuh ke dalam kebangkrutan.

Dalam email pertama Musk kepada perusahaan, ia memperingatkan bahwa Twitter tidak akan dapat bertahan dari penurunan ekonomi yang akan datang. Terlebih, jika perusahaan gagal meningkatkan pendapatan berlangganan untuk mengimbangi penurunan pendapatan iklan.

Di sisi lain, tulis cnnindonesia.com, Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS mengatakan sedang mengamati Twitter dengan keprihatinan mendalam setelah tiga pentolan privasi dan kepatuhannya berhenti.

"Kami berbicara dengan FTC hari ini tentang kewajiban berkelanjutan kami dan melakukan dialog konstruktif yang berkelanjutan," tulis Pengacara Elon Musk Alex Spiro, dikutip dari Reuters, Jumat (11/11).

Kendati demikian, Twitter, Musk, dan Spiro tidak menanggapi permintaan komentar tentang potensi kebangkrutan hingga peringatan FTC.

"Tidak ada CEO atau perusahaan yang kebal hukum, dan perusahaan harus mengikuti keputusan persetujuan kami. Perintah persetujuan kami yang direvisi memberi kami alat baru untuk memastikan kepatuhan, dan kami siap menggunakannya," kata Direktur Urusan Publik FTC Douglas Farrar.

Mei lalu, Twitter dilaporkan setuju membayar US$150 juta untuk menyelesaikan tuduhan FTC bahwa mereka menyalahgunakan informasi pribadi, seperti nomor telepon, untuk menargetkan iklan kepada pengguna.

Kini, Musk terancam ditinggalkan pengiklan. Bahkan, ia sampai memohon kepada para pengiklan untuk tetap menggunakan platform sosial medianya tersebut.

Orang terkaya di dunia mengatakan akan melakukan berbagai usaha termasuk mengembangkan dan menambah fitur untuk meyakinkan para pengiklan bahwa tak perlu khawatir dengan moderasi konten Twitter ke depannya.***

 


Tulis Komentar