Foto: Dok. Netflix

JAKARTA (SURYA24.COM) JAKARTA-Viral kasus sekte sesat Korea Selatan Jesus Morning Star (JMS) setelah ditayangkan di Netflix. Film seri itu berjudul 'In The Name of God: A Holy Betrayal' dan rilis pada awal pekan Maret 2023. Netizen pun jadi bertanya-tanya mengenai kabar 'Tuhan' sekte tersebut, Jeong Myeong Seok.

     Jeong adalah salah satu dari pemimpin sekte sesat yang ada di film seri tersebut. Karena kejahatannya terkait kasus pemerkosaan terhadap pengikut perempuannya, ia sempat dipenjara selama 10 tahun. Ia kemudian bebas pada 2018.

    "Spoiler dong.. ini nasib JMS akhirnya gimana? Emosi bat ????," tulis netizen.

     Kini, netizen pun timbul pertanyaan, bagaimana kabar dari Jeong Myeong Seok sekarang? Ternyata, Jeong kembali dipenjara. Melansir CNN Indonesia, pada 28 Oktober 2022, Jeong didakwa melakukan pelecehan terhadap dua anggota sektenya yang berasal dari Hong Kong dan Australia.

    Dikutip dari detik.com, desakan kepada penegak untuk memberikan hukuman berat pun mencuat di publik. Bahkan, Kejaksaan Agung Korea Selatan Lee One Seok meminta jaksa melakukan yang terbaik agar Jeong mendapat hukuman sepantasnya.

    Yang menarik, terdapat fakta bahwa Jeong sempat mengajukan agar Kejaksaan Distrik Barat Seoul menghentikan penayangan 'In The Name of God: A Holy Betrayal'. Akan tetapi, permintaan itu ditolak.

     Jeong Myeong Seok lahir pada tahun 1945. Ia mendirikan gerakan keagamaan yang awalnya bernama The Providence. Namanya kemudian berubah menjadi Jesus Morning Star (JMS). Dalam khotbahnya, Jeong Myeong Seok mengklaim dirinya adalah seorang messiah atau wakil Tuhan.

    Setelah Jeong menyampaikan khotbahnya di sekte tersebut, ia akan mengundang wanita muda 'terpilih' untuk pertemuan doa pribadi yang berubah jadi manipulasi seksual menjijikkan. Jeong mengklaim bahwa dirinya dipilih oleh Tuhan dan menggunakan otoritas tersebut untuk memaksa mereka melakukan pembersihan spiritual dan menikah dengannya melalui tindakan seksual.

    Jeong bakal mengatakan kepada wanita muda itu bahwa tindakannnya bukan kejahatan seksual melainkan bahwa mereka, para korban ini, sedang 'menerima kasih Tuhan'.

7 Aliran Gila dan 'Mematikan' 

    Sekte apokaliptik ramai diperbincangkan dalam kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres. Selain apokaliptik, di dunia ini ada banyak aliran atau paham yang bisa membahayakan diri seperti apokaliptik.

     Sejak manusia dapat mengobrol dan berbagi ide secara massal, kelompok kultus atau penghormatan secara berlebihan kepada orang, paham, atau benda, mulai merasuki masyarakat. Ada yang selamat, banyak pula yang nyawanya melayang.

     Pakar kultus modern saat ini sering berselisih tentang apa tepatnya yang membuat sekelompok orang menjadi kultus. Bagi kebanyakan orang, organisasi gila atau eksentrik, sering dianggap sebagai sekte atau aliran.

     Dikutip dari detik.com, apa pun definisinya, berikut adalah kultus atau aliran 'mematikan' selain sekte apokaliptik, dikutip dari Live Science.

1.Peoples Temple

   Pendeta Jim Jones menggagas paham Peoples Temple atau Kuil Rakyat yang tujuannya membantu para tunawisma, pengangguran, dan orang sakit dari berbagai ras.

    Namun sejumlah mantan anggota aliran ini mengklaim terjadi tindak pelecehan yang meluas di dalam grup. Untuk menghindari kelompoknya diawasi publik, Jones membentuk koloni di hutan Guyana.

    Ketika seorang anggota kongres mengunjungi komune dengan tiga jurnalis untuk menyelidiki klaim pelecehan tersebut, mereka ditembak dan dibunuh saat mencoba pergi. Setelah penembakan, 913 anggota aliran ini, termasuk ratusan anak-anak, tewas setelah meminum Flavor Aid yang diracuni.

2.Aum Shinrikyo

     Didirikan sekitar pertengahan 1980-an, Aum Shinrikyo terkenal karena menyerang sistem kereta bawah tanah Tokyo dengan gas Sarin pada 1995, menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 5.000 orang.

 

    Keyakinan kultus ini sering digambarkan sebagai gabungan bermacam aspek destruktif dari berbagai agama. Sebagian pengikutnya mengira mereka sedang belajar mengembangkan kekuatan supernatural lewat kultus ini, sedangkan yang lainnya malah menjadikannya sebagai kesempatan untuk melawan materialisme Jepang.

3.Heaven's Gate

Para pengikut sekte Heaven's Gate atau Gerbang Surga yang dipimpin Marshall Applewhite, berpendapat Bumi dan segala sesuatu di dalamnya akan 'didaur ulang' menjadi dunia yang bersih.

     Mereka percaya bahwa dengan menumpang komet Hale-Bopp pada Maret 1997 dapat membuat mereka bertahan hidup. Sebanyak tiga puluh sembilan anggota (termasuk Applewhite) meracuni diri mereka sendiri secara bergiliran di sebuah rumah besar di California, Amerika Serikat, dengan mengenakan sepatu kets dan gelang di lengan bertuliskan 'Heaven's Gate Team' atau Tim Gerbang Surga.

4.         Branch Davidians

Dianggap sebagai perpecahan besar dari Seventh-day Adventist Church, Branch Davidians terkenal dengan penggerebekan FBI tahun 1993 di kompleks Waco, Texas, Amerika Serikat yang menewaskan 76 orang.

    Peristiwa itu kurang lebih mengakibatkan lenyapnya apa yang dianggap banyak orang sebagai aliran sesat, yang percaya akan kiamat segera terjadi.

5.Bhagwan Shree Rajneesh's Communities

Seseorang yang berasal dari India bernama Bhagwan Shree Rajneesh mendirikan beberapa kota pemujaan di Oregon, Amerika Serikat dan membentuk Bhagwan Shree Rajneesh's Communities atau Komunitas Bhagwan Shree Rajneesh selama tahun 1980-an.

 

     Shree diduga meracuni ratusan orang di Dalles, Oregon, dengan bakteri Salmonella pada tahun 1984 untuk mencurangi pemilihan lokal demi mendukung pemujaannya. Ini dianggap sebagai serangan bioteroris pertama di Amerika Serikat.

6.Order of the Solar Temple

Order of the Solar Temple atau Perintah Kuil Surya digagas oleh Luc Jouret, seorang pemimpin agama Belgia dan neo-Nazi. Ia mulai mendirikan kelompok ini di tahun 1984 dengan berkedok penyebaran agama Kristen.

    Jouret menyebarkan kabar tentang kedatangan Kristus yang kedua kali dan Ksatria Templar. Jouret dan pemimpin lainnya di desa Swiss diduga mengorbankan seorang anak yang mereka anggap sebagai antikristus pada tahun 1994. Beberapa hari kemudian, mereka melakukan bunuh diri dengan puluhan pengikutnya.

7.Raëlian

    Penganut Raëlian percaya bahwa UFO 'menelurkan' sebagian besar agama, memungkinkan transfer pikiran, dan kloning dapat menyebabkan reinkarnasi.

    Gereja Raëlian didirikan di Prancis pada tahun 1970-an. Seorang pengikut Raëlian menjadi berita utama di berbagai media di dunia pada tahun 2003 ketika dia mengklaim telah mengandung manusia hasil kloning pertama. Di kemudian hari tentu saja tebongkar bahwa klaimnya itu hanya tipuan.

  5 Aliran Aneh di Jepang

     Aliran aneh ada di berbagai belahan dunia. Di Jepang, aliran-aliran aneh atau sekte sesat lumayan banyak. Bahkan ada yang melakukan kekerasan dan menimbulkan kematian, seperti Aum Shinrikyo.

      Seperti dikutip detikINET dari Listsverse, berikut 5 aliran di Jepang dengan ajaran anehnya yang bikin geleng-geleng kepala:

 

1.Gerakan Yamagishi

   Peternak ayam Miyozo Yamagishi, membentuk kelompok masyarakat pedesaan di 1952, untuk menampung mereka yang merasa terasing dengan industrialisasi Jepang. Sejak saat itu, kelompok ini memiliki ribuan pengikut di Jepang dan berbagai belahan dunia.

     Para anggotanya hidup bersama dalam komunitas kecil. Mereka mencukupi kebutuhan dengan menjual sayuran serta hasil ternak. Seluruh benda adalah milik bersama. Mantan anggota kelompok ini menyebut orang yang ingin masuk diminta mendonasikan seluruh miliknya. Para pemimpin kemudian mengatur hidup mereka dengan ketat. Sementara anak-anak berusia 5 tahun ke atas dipisahkan untuk latihan hidup mandiri.

2.East Asia Anti-Japan Armed Front

    Para pelajar garis kiri yang membenci agresi pada kaum minoritas di Jepang dan juga negara lain membentuk aliran ini di akhir 1960-an. Mereka menyatakan sebelum kedatangan orang Jepang, warga asli di negara itu hidup bersama secara harmonis dengan alam.

    Antara 1974 sampai 1975, mereka melakukan serangan bom pada industri yang dinilai mengeksploitasi etnik tertentu dan penduduk Asia lain. Serangan ke kantor Mitsubishi membunuh 8 orang dan melukai yang lainnya. Polisi membubarkan kelompok ini dan para pemimpinnya dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup.

3.Ho No Hana Sampogyo

    Lebih dikenal dengan nama aliran pembaca kaki, sosok bernama Hogen Fukuga pada tahun 1980 mengklaim sebagai penerus Yesus dan Buddha. Dia mengklaim punya kekuatan untuk melacak penyakit dan melihat masa depan, hanya dengan melihat kaki seseorang. Ternyata banyak yang percaya kala itu, hingga puluhan ribu orang.

 

    Dia menyelenggarakan seminar berharga mahal dengan janji peserta akan sembuh sakitnya dan selesai masalahnya. Ia menerima banyak sekali uang dari yang percaya. Polisi kemudian mencium praktik busuknya dan Hogen dipenjara 12 tahun.

4.Kofuku-No-Kagaku

    Kofuku-No-Kagaku merupakan aliran yang didirikan Ryuho Okawa. Dia mengklaim sebagai saluran berkat dari nama-nama besar di dunia agama. Tahun 1986, ia mendirikan grup itu yang juga disebut sebagai Happy Science. Tahun 1995, dia mengangkat diri sebagai dewa dengan titel El Cantare, the Grand Spirit of the Terrestrial Spirit Group.

     Kelompok ini sukses menjaring ribuan pengikut di berbagai negara. Mereka punya partai sendiri, Happines Realization Party. Okawa mengklaim bisa bicara dengan tokoh politik dan spiritual yang sudah meninggal, kemudian mempublikasikan apa pembicaraan itu. Saat ini, aliran tersebut masih eksis.

5.Sekai Mahikari Bunmei Kyodan

    Sekai Mahikari Bunmei Kyodan didirikan Kotama Okada di 1959 setelah mendapat petunjuk dari yang di atas. Setelah dia meninggal, aliran ini menjadi dua kelompok, salah satunya dipimpin oleh anak adopsi Okada, yaotiu Okada Keishu.

    Aliran ini punya kepercayaan bahwa sejarah dunia terjadi di Jepang. Menurut mereka, Japang kuno adalah penguasa dunia, memimpin peradaban lain, bahkan kaisar pun mengajari orang Yahudi berbahasa Ibrani. Misi mereka sekarang adalah menyatukan seluruh ras dan agama dalam naungan Jepang.***