KMBD Adakan Diskusi Publik Bersama Sejumlah Tokoh Melayu Riau
Dumai (Surya24.com) - Komite Melayu Bersatu Dumai (KMBD) melakukan kegiatan Diskusi Publik sekaligus bersilaturahmi bersama sejumlah Tokoh-tokoh Melayu.
Tokoh-tokoh Melayu itu ada yang tinggal di Dumai dan ada juga tokoh melayu asal Dumai namun tinggal di Pekanbaru, Riau.
Pemantik dalam Diskusi Publik itu adalah Ketua Dewan Petinggi KMBD, Datuk Zulkifli AS dan Dewan Penasehat, Datuk Timo Kipda. Sementara Keynot Speaker Prof. Dr. Eng. Ir Muslim, ST., MT., IPU dan Prof. DR. HM. Rizal Akbar, M.Phil serta Moderator Muharromi, SE.
Diskusi Publik itu membuka sesi tanya jawab dari undangan yang hadir. Kegiatan ini diadakan pada hari Kamis 9 Juni 2025 di hotel Grand Zuri Dumai.
Tema yang diangkat dalam Diskusi ini adalah " Mengemas Formula Persatuan Melayu, Menuju Ekonomi dan Tatanan Sosial".
Saat membuka Diskusi Publik, selaku Moderator, Muharromi menyebutkan banyak persoalan Dumai yang terabaikan terutama sejarah Dumai.
" Pemerintah juga belum pernah membahas hal ini. Persoalan tenaga kerja juga terabaikan sehingga anak Melayu cukup sulit untuk mencari kerja. Dan nilai budaya juga terkikis karena tidak ada yang membangkitkan. Kita berharap yang hadir saat ini dapat memberi pandangan terkait hal itu, " terang Romi.
Sementara itu, Ketua Harian KMBD, Candra Abdul Gani dalam sambutannya mengatakan, melalui Diskusi Publik ini dapat membahas terkait perkembangan Melayu kedepan dan berharap KMBD dapat menjadi pemersatu bagi negeri ini.
Ketua Petinggi KMBD, Datuk Zulkifli AS mengapresiasi kegiatan ini, karena bisa duduk bersama untuk kemaslahatan masyarakat melayu Dumai.
" Kita lihat bahwa mengenai persatuan Melayu, ekonomi dan tatanan sosial mulai menurun, seakan kita terpecah. Masyarakat Dumai harus ada rasa memiliki dengan negeri ini. Maka dari itu KMBD diharap sebagai alat pemersatu. Karena kedepan kita khawatir orang melayu akan tergusur. Masalah ekonomi juga dapat berpengaruh pada SDM yang kurang memadai. Lalu masalah tenaga kerja dari sekitar 100 perusahaan yang ada di Dumai tak banyak anak melayu yang diterima bekerja, " kata Zul AS.
Dewan Penasehat Datuk Timo Kipda menyebutkan dari 35 anggota DPRD Dumai ada 16 orang yang suku melayu, tapi pada diskusi publik ini tak satupun yang datang.
" Kendalanya di Dumai susah untuk menyatukan, mungkin karena mereka asli Dumai. Tapi kalau orang melayu di luar Dumai persatuannya cukup bagus. Rasa kebersamaan ini mari kita jaga. Tak ada kubu-kubu, pilkada sudah habis, " sebut Datuk Timo.
Keynot Speaker Prof. Dr. Eng. Ir Muslim, ST., MT., IPU mengatakan diskusi publik dan silaturahmi yang diadakan oleh KMBD ini bertepatan dengan tahun baru islam yakni bulan Muharram tentu lebih bermanfaat.
" Kita berharap agar menjadi tuan di rumah sendiri. Melayu akan hilang kalau kita tidak menjaga kebersamaan. Orang melayu juga ada yang hebat, dulu ada orang Dumai yang duduk menjadi Direktur Pertamina. Kita harus punya posisi yang kuat untuk bisa maju. Termasuk di industri-industri di Dumai, harus ada posisi orang melayu yang kuat. Kalau sudah ada posisi yang kuat pasti anak melayu bisa masuk untuk bekerja. Kita miris melihat anak melayu posisi nya di perusahaan-perusahaan tak sesuai dengan pendidikannya," katanya.
Prof. DR. HM. Rizal Akbar, M.Phil mengungkapkan, dulu, diabad 20 hampir semua negara butuh dengan orang melayu. Dulu ekonomi pernah dikawal suku melayu. Prof Rizal berharap mudah-mudahan KMBD bisa membuka kembali kazanah melayu.
" KMBD anggotanya ramai dan punya pengaruh. Tatanan kita akan koyak kalau kita tak menjaganya, " kata Prof Rizal Akbar.
Pada Diskusi Publik tersebut juga ada pemaparan dari anggota DPRD Provinsi Riau, Abdullah, Ketua Dewan Kesenian Dumai, Agus S Alam, Suriyanto, Panglimo Gedang, dan Ketua LSM Pecinta Alam Bahari (PAB) Datuk Darwis Mohd Saleh.(cu)
