Ibu Selamat, Bayi Terlepas Di Bawa Arus Sungai

Pujud (Surya24.com) -  Jangan lasak  berpindah duduk saat di atas kapal ketika bepergian kalau tak mau naas mengintai.

Ketika berpindah tempat duduk di atas kapal kayu Dewi (27)  tengah menggendong anak terjatuh  ke sungai.

Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4/2021) Jam 14.30 Wib di sungai Batang Kubih Sungai Pinang Kecamatan Pujud Rohil Riau.

Dewi (27)  mengendong anaknya di kapal kau di nakodai  Ahmad Latif (67) berniat  pindah  duduk.

Malangnya Dewi (27) terpeset tercebur ke sungai sontakmmembuat penumpang lainya menceburkan diri menyelamatkan ibu dan anak ini.

Namun sayang  Azura (5 bulan) anak perempuan dalam gendongan terlepas hanyit di bawa arus sungai.

Penumpang lain histeris melihat sang bayi raib di bawa arus sungai .

Mendapatkan khabar musibahnini warga setempat ikut mencari beramai-ramai menyisir sungai batang kumu hingga menjelang malam.

Pencarian Azura (5 bulan) anak pasangan Dadan (29) dan Dewi (27) berlanjut hingga malam  hingga Kamis (15/4/2021) dini hari dan di lanjutkan pagi ini.

Menurut warga,naas ini terjadi saat  kapal pompong  di kemudikan Ahmad Latif (67) baru 20.menit bergerak dari  Suak Nibung Pujud.

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto Sik MH melalui Kapolsek Pujud AKP Nur Rahim Sik Kamis (15/4/2021) membenarkan adanya kecelakaan sungai tersebut.

" Benar,ada kecelakaan sungai seorang ibu menggendong anaknya  jatuh ke sungai dari kapal kayu dalam.perjalanan, " Ucap AKP Nur Rahim Sik.

AJP Nur Rahim Sik  menyebutkan mendengan jecelakaan ini personil  Polsek Pujud dan Koramil, aparat Kecamatan, Keprnghuluan  masyarakat melakukan pencarian menyisir TKP  namun belum membuahkan hasil.

Kamis (15/4/2021) pencarian di lanjutkan kembali dengan mempergunaksn kapal-kapal dan sampan mesin warga untuk menemukan Azura (5 bulan) ysng nasibnya belum di ketahui ini.

" Sebagai warga kami berharap bayi ini di temukan,dan masyarakat bersama-sama mencari menyusuri sungai Batang Kumi anak sungai rokan ini, " Ucap Sahar (45) warga setempat.(HY)


Tulis Komentar