Fakta Menakjubkan Laut Merah dan Laut Mati Berdasarkan Alquran dan Sains

(Dok: World Atlas)

JAKARTA (SURYA24.COM)- Laut merah dan laut mati terletak di Timur Tengah, ia disebut dalam kitab suci karena berdekatan dengan daerah tempat para Nabi dan Rasul berada.

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Samudra dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menjelaskan mengenai laut mati dan laut merah.

Melansir okezone.com, Laut Merah dalam sudut pandang Islam dikisahkan pernah terbelah, ini karena mukjizat dari Allah SWT kepada Nabi Musa dan sains rupanya bisa menjelaskan fenomena ini.

Alquran menceritakan peristiwa tenggelamnya Firaun dan pasukannya di Laut Merah pada beberapa surat. Salah satunya, Allah berfirman:

 

"Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan," (Al-Baqarah: 50).

Laut merah banyak diceritakan secara tidak langsung, baik dalam Alquran maupun kitab-kitab suci terdahulu, misalnya ketika Nabi Musa membelah laut untuk menyelamatkan umatnya dari kejaran Firaun. Peristiwa tersebut terjadi di Laut Merah.

Dinamakan Laut merah karena pada waktu-waktu tertentu air laut di sekitar permukaannya berwarna merah akibat ledakan pertumbuhan bakteri (ganggang) Trichodesmium erythraeum.

Secara fisik Laut Merah memiliki kekhususan karena terletak di tengah-tengah daerah yang sangat kering, gurun dan semi gurun. Alasan terkuat mengapa terumbu karang berkembang di Laut Merah adalah sirkulasi air yang baik sampai dengan kedalaman.

Massa air laut merah mengalami pertukaran dengan laut luas di Laut Arab dan kemudian Samudra Hindia, melalui Teluk Aden. Sirkulasi ini mengurangi pengaruh tingginya salinitas di utara dan tingginya suhu di selatan yang disebabkan oleh evaporasi.

 

Iklim Laut Merah adalah hasil dari dua musim angin yang berbeda, yaitu angin timur laut dan angin barat daya. Musim angin ini terjadi karena adanya perbedaan pemanasan antara permukaan daratan dan laut.

Suhu permukaan yang sangat tinggi membuat laut ini merupakan salah satu laut terpanas di muka Bumi. Suhu rata-rata permukaan air Laut Merah pada musim panas adalah sekira 26 derajat celcius di utara dan sekira 31 derajat celcius di selatan dengan hanya bervariasi sebesar 2 derajat celcius di musim dingin.

Suhu rata-rata total adalah 22 derajat celcius dan suhu permukaan harian bervariasi antara 21-25 derajat celcius. Curah hujan rata-rata di sekitar Laut Merah sangat rendah, hanya sekira 60 mm per tahun. Presipitasi umumnya jatuh dalam waktu pendek, seringkali dibarengi dengan badai petir atau badai debu.

 

Laut Merah merupakan salah satu laut dengan kegaraman tertinggi di dunia, berkisar 36 persen di bagian selatan dan 41 persen di utara, dengan rata-rata sekira 40 persen. Bandingkan dengan rata-rata salinitas air laut dunia yang hanya 35 persen.

Sementara itu, nama Laut Mati muncul akibat sulitnya menjumpai kehidupan di laut ini karena tingkat kegaraman yang ekstrem tinggi atau bisa juga karena tempat ini kota Sodom dan Gomorah dipercaya telah dibinasakan oleh Allah.

Laut Mati sebenarnya merupakan laut tertutup di tengah daratan, sehingga lebih cocok dinamakan danau. Secara geologi laut ini terletak pada sebuah sesar yang memanjang arah utara selatan.

Secara topografi Laut Mati berada pada elevasi di bawah muka air laut rata-rata. Selain itu, air Laut Mati terdiri dari dua lapis yang berbeda dalam hal suhu, kerapatan jenis, umur, dan kegaraman.

Di permukaan sampai dengan kedalaman 35 m, air memiliki kegaraman sekira sepuluh kali lipat kegaraman rata-rata air laut, antara 300-400 persen. Sedangkan suhu air di bagian permukaan berubah-ubah antara 19-37 derajat celcius.

Di bawahnya, lapisan air memiliki suhu yang tetap, lebih kurang 22 derajat celcius dengan kandungan garam NaCl yang sangat jenuh dan menyebabkan garam mengendap ke dasar laut.

Peneliti mempelajari bagaimana badai topan di Samudera Pasifik dapat menggerakkan dan mempengaruhi air samudra yang dalam.

Mereka juga menunjuk satu situs di selatan Laut Mediterania sebagai tempat penyeberangan yang legendaris, dengan model tanah yang memungkinkan terjadinya air laut membelah.***