BIKIN MERINDING! Main Drama Soal Pocong di Perpisahan Sekolah, Eee yang Keluar Pocong Beneran
JAKARTA (SURYA24.COM) – Tokoh legendaris dalam cerita misteri adalah Pocong. Sudah banyak sekali dikisahkan penampakan hanti yang satu ini, dalam berbagai akitifitas yang dilakukan manusia.
Mengutip harian merapi.com, kali ini pocong juga beraksi saat digelar acar perpisahan di sebiah SMA. Ketika itu saat acara perpisahan kelulusan, masing-masing kelas ingin tampil menurut kesepakatan masing-masing. Dan biasanya mereka ingin tampil prima juga merahasiakan apa yang akan ditampilkan.
Yang diharapkan sebuah kejutan, baik untuk kelas lain ataupun guru-guru. Kadang hal itu sering juga menampilkan hal-hal yang aneh. Seperti itu memang diperkenankan dengan catatan tidak menyinggung SARA.
Kelas 10B pun telah menyiapkan diri membuat drama komedi horor. Ketika latihan, Wawan yang penakut ngomong: “Mbok nggak usah pakai pocong segala. Bukankah aula sekolah kita angker.”
Memang beberapa kali terjadi kejadian aneh, bahkan ada beberapa siswa kerasukan ketika sedang berkegiatan di aula sekolah.
“Kamu tuh dasar penakut,” ungkap Dito. “Ini kan cuma humor yang ceritanya horor, dan semua pura-pura, pocongnya pun pura-pura.”
Wawan diam, karena semua kelas sepakat mementaskan itu. “Sekarang kamu mau ikut main atau tidak?” tanya Gito yang jadi sutradara.
Karena malu, Wawan pun mengiyakan. Pada malam pentas, ketika giliran rombongan kelas 10 B tampil, suasana malam itu ger-geran, semua siswa dan guru tertawa terbahak-bahak. Karena adegan itu lucu ketika pocong keluar tak sengaja melompat kakinya terantuk papan dan jatuh, saat hendak bangun susah karena kaki terikat. Terpaksa beberapa pemain ikut membantu membangunkan.
Bertepatan kejadian itu, di belakang panggung Wawan yang ditinggal temannya untuk menolong pocong yang terjatuh berteriak-teriak ketakutan, “Pocong! Pocong! Pocong!.....,” teriaknya keras.
Semua kaget, serta merta mengampiri Wawan, dan ia hanya menuding-nuding dengan telunjuknya. Beberapa siswa yang menoleh ke telunjuk jari Wawan terkejut, karena mereka juga melihat sosok putih yang seakan terbang dan menghilang.
Lampu yang tadinya temaram pun dihidupkan, panggung dan ruang aula benderang. Wawan tampak shock, namun ada seorang guru yang punya indera keenam.
“Sudah, semua bakal terkondisi. Sekarang, anak-anak klas 10 B berkumpul bersama saya, dan acara bisa dilanjutkan kembali,” tukasnya. Dan acara pun dilanjutkan hingga usai. (Seperti dikisahkan Umi Lestari di Koran Merapi) *
