Jembatan Segambang Dibangun dari Swadaya Warga Dusun Segambang, Inhil

Jembatan yang sudah tua di Desa Kemuning, Kecamatan Kerintang, Kabupaten Inhil

KEMUNING (Surya24.com) -  Menunggu adalah hal yang sangat membosankan. Hal inilah yang dirasakan masyarakat dusun Segambang, Desa Keritang Hulu, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir.

Seperti dituturkan warga setempat, bapak Joko, ketika awak media berkesempatan berbincang saat acara peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Segambang;

"Kami sudah beberapa kali mengajukan proposal ke Pemerintahan untuk pembangunan Jembatan ini tapi tidak pernah terealisasi. Penguasa silih berganti toh janji tingal janji !.

Akhirnya kami warga Segambang yang didukung penuh Kades Keritang Hulu, bersepakat dengan swadaya untuk membangun Jembatan ini".

Perlu diketahui, hari ini Rabu 12/02/2020 Kades Keritang Hulu, Nazarudin, melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Segambang yang berada di Rt.01. Turut hadir dalam acara itu Tokoh Masyarakat setempat, warga sekitar dan para ketua Rt.

Dalam sambutannya Nazarudin berpesan, "Sebagai Kepala Desa saya sangat apresiasi dengan apa yang telah warga Segambang lakukan hari ini. Ini adalah hal besar yang seharusnya adalah tugas Pemerintah. Bukan pemerintah tidak peduli tapi memang belum waktunya yang tepat. Dan saya atas nama Pemerintahan Desa Keritang mengucapka terima-kasih banyak. Semoga kelak Jembatan ini akan lebih banyak memberi manfa'at bagi semua orang. Mari kita saling mengawasi pembangunan ini agar berjalan sesuai rencana. Kelak apa yang kita lakukan hari ini menjadi kebanggaan di kemudian hari, terutama generasi muda. Buktikan 'Gotong-royong' adalah budaya kita," pungkasnya.

Jembatan dengan volume 4x38x9 direncanakan selesai dalam waktu 10 bulan. Biaya pembangunan murni swadaya masyarakat yaitu masyarakat yang mengeluarkan hasil kebun.

Diperkirakan pembangunan ini menelan biaya sebesar Rp1,2 M.

"Kami kumpulkan dana untuk pembangunan Jembatan ini dengan cara meminta fee bagi setiap kendaraan bermuatan hasil kebun(buah sawit) yang melintas. Setiap per 1kg kami pungut biaya sebesar Rp 30,- Alhamdulilah dari  fee yang selama ini kami kumpulkan kami bisa membangun Jembatan yang lebih baik dari yang sekarang ini" ujar Joko Pramono, ketua pembangunan Jembatan Segambang.

"Walapun pembangunan Jembatan ini adalah murni swadaya masyarakat kami tetap berharap kepada Pemerintah agar tetap memperhatikan pembangunan di wilayah kami ini. Karena masih banyak lagi hal-hal yang butuh perhatian serius" ucap Supri, pengawas pembangunan Jembatan.

Ketika awak media ingin konfirmasi kepada pimpinan proyek mengenai jembatan, beliau tidak ada ditempat. "Pak Marbun lagi keluar kota", jelas pengawas pekerja, pak Juntak.
(**)


Tulis Komentar