Ada ada Saja Siswa SD Ini Diberi Pekerjaan Rumah hingga Pukul 2 Pagi Belum Rampung, Penasaran Apa PRnya Ya?

Foto/Sanook

 JAKARTA (SURYA24.COM)  - Pekerjaan rumah atau tugas sekolah telah menjadi bagian integral dari pengalaman pendidikan anak-anak di seluruh dunia. Meskipun seringkali dianggap sebagai tanggung jawab tambahan yang bisa menyita waktu bermain, pekerjaan rumah sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan akademis dan karakter anak-anak. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa pekerjaan rumah sangat penting bagi anak sekolah.

1. Meningkatkan Kemandirian:

Pekerjaan rumah memberikan peluang kepada anak-anak untuk mengembangkan kemandirian. Dengan melakukan tugas-tugasnya sendiri di luar kelas, anak-anak belajar untuk mengelola waktu, menyelesaikan tugas-tugas dengan tanggung jawab, dan mengatasi tantangan secara mandiri. Hal ini membantu membentuk karakter yang kuat dan keterampilan hidup yang akan berguna sepanjang hidup.

2. Memperkuat Pembelajaran Kelas:

Pekerjaan rumah memungkinkan anak-anak untuk memperkuat dan memperdalam pemahaman mereka tentang materi yang diajarkan di kelas. Ketika mereka menerapkan konsep-konsep yang dipelajari dalam situasi nyata, pemahaman mereka menjadi lebih mendalam. Pekerjaan rumah juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri dan mencari jawaban sendiri, yang dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka.

3. Mengembangkan Keterampilan Penelitian:

Melalui pekerjaan rumah, anak-anak belajar untuk mencari informasi tambahan, mengembangkan keterampilan penelitian, dan memahami sumber daya yang tersedia untuk mendukung pembelajaran mereka. Ini adalah keterampilan kritis yang tidak hanya bermanfaat dalam konteks akademis tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan karir mereka.

4. Mendorong Kreativitas dan Inovasi:

 

Beberapa tugas pekerjaan rumah memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk menunjukkan pemahaman mereka dengan cara yang kreatif. Ini dapat mencakup proyek seni, presentasi, atau penulisan kreatif. Melalui pendekatan ini, pekerjaan rumah tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga kesempatan untuk mengekspresikan ide dan gagasan mereka dengan cara yang unik.

5. Menyiapkan untuk Tantangan Masa Depan:

Pekerjaan rumah membantu mempersiapkan anak-anak untuk tantangan yang mereka hadapi di masa depan. Dengan belajar mengelola waktu, mengembangkan keterampilan penelitian, dan bekerja secara mandiri, mereka membangun dasar yang kuat untuk sukses di sekolah dan kehidupan setelahnya.

Dpat dikatakan , pekerjaan rumah bukan hanya sekadar tugas tambahan, melainkan bagian integral dari pendidikan anak-anak. Dengan memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan kemandirian, memperdalam pemahaman materi, dan mengasah keterampilan hidup, pekerjaan rumah memberikan kontribusi penting dalam membentuk individu yang siap menghadapi masa depan. 

Nah bagaimana kalau murid SD diberi PR menghitung beras seperti kisah dibawah ini?

Menghitung 10 Ribu Butir Beras

Dilaporkan seorang siswa sekolah dasar (SD) di China diberi pekerjaan rumah (PR) yang tidak biasa oleh gurunya. Yakni menghitung 10.000 butir beras. Tugas aneh ini membuat keluarga siswa tersebut frustrasi karena ikut terjaga sepanjang malam. PR itu bahkan belum rampung dikerjakan pada pukul 02.00 dini hari.

 Ini terjadi di provinsi Liaoning, China, dan menarik perhatian besar dari komunitas online di negara tersebut. 

Frustrasi dengan tugas yang tidak masuk akal, orang tua siswa tersebut bertanya kepada guru, sehingga memberikan penjelasan yang mengejutkan.

Mengutip dari The Thaiger dilansir sindonews.com, Senin (13/11/2023), orang tua yang tidak disebutkan namanya tersebut menceritakan bagaimana mereka duduk sepanjang malam sambil ikut mengerjakan tugas sekolah anaknya.

Tugas berat itu sangat memengaruhi istirahat keluarga, menyebabkan orang tua mengeluh kepada sekolah tentang metode pengajaran guru. Mereka juga mempertanyakan kemampuan mengajar sang guru.

Orang tua terkejut dengan penjelasan guru. Dengan tenang guru itu menjelaskan bahwa latihan tersebut tidak dimaksudkan agar siswa menghitung 10.000 butir beras secara langsung. 

Sebaliknya, hal ini dirancang untuk mendorong anak-anak dan orang tua menemukan cara yang lebih mudah untuk menyelesaikan tugas, memperkuat ikatan mereka sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir dan kreativitas anak ketika menghadapi situasi yang menantang. 

Guru menyarankan agar orang tua dapat membantu anaknya dengan menghitung 200 butir beras dan menimbangnya untuk mengetahui berapa butir di dalamnya. Mereka kemudian dapat mengulangi proses penimbangan sebanyak 50 kali untuk memperkirakan dengan cepat sekitar 10.000 butir. 

Tujuan utama latihan ini adalah untuk menguji keluwesan berpikir, meningkatkan kemampuan analisis logis siswa. Metode ini tidak hanya membantu siswa mengurangi stres belajar siang dan malam tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan penting. 

Penjelasan guru membuat orang tua terkejut dan mengungkapkan bahwa keluarga itu belum diberitahu tentang metode penghitungan ini, sehingga menyebabkan kebingungan dan kesalahpahaman tentang PR yang diberikan guru. 

Setelah di-posting di media sosial, kejadian tersebut mendapat beragam pendapat. Meskipun ada yang mendukung metode pengajaran baru ini untuk membantu anak-anak mempelajari dan mempraktikkan berbagai keterampilan selain membaca buku teks, ada pula yang percaya bahwa PR tersebut adalah tanggung jawab orang tua karena anak tidak dapat menyelesaikan tugas tersebut sendirian. 

Guru perlu memberi tahu orang tua siswa terlebih dahulu dan tidak boleh membiarkan orang tua siswa tidak mengetahui metode pengajaran tersebut. Oleh karena itu, tidak salah jika keluarga siswa mengatakan bahwa kemampuan mengajar gurunya kurang baik. Kejadian ini adalah bagian dari tren yang berkembang di China di mana para guru menambahkan latihan-latihan yang tidak konvensional ke dalam pengetahuan buku teks tradisional. 

Selain sekadar menyelesaikan latihan di buku kerja, siswa juga diberikan tugas praktis seperti mencuci kaki orang tua atau membantu orang tua memasak. Setelah anak-anak menyelesaikan tugas-tugas ini, mereka berbagi pengalaman mereka di kelas. 

Latihan-latihan ini bertujuan untuk membantu anak-anak menghargai dan memahami perjuangan orang tua mereka, serta mengetahui bagaimana mengungkapkan perasaan mereka terhadap orang yang mereka cintai. Salah satu latihan tersebut, penghitungan anak itik, telah menarik banyak minat.  Ini menantang siswa untuk mengembangkan kesabaran, dan ketelitian serta membantu mengasah karakter mereka.***