Hati hati Menggunakan Emoji Jempol Kalau Tidak Mau Didenda Rp934, Kok Bisa?
JAKARTA (SURYA24.COM) - EMOJI jempol memang biasa digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang kita suka. Biasanya jempol akan diberikan pada hal-hal yang ktia sukai, seperti video di Youtube, postingan Facebook atau bahkan di sebuah chatingan.
Bahkan, pemberian jempol bisa menjadi konfirmasi sebuah bahwa Anda setuju. Seperti yang terjadi pada seorang petani yang pada akhirnya digugat ratusan juta Rupiah.
Seorang hakim Kanada telah memutuskan bahwa emoji "jempol" sama validnya dengan tanda tangan, dengan alasan bahwa pengadilan perlu beradaptasi dengan realitas baru tentang bagaimana orang berkomunikasi. Dia pun menghukum seorang petani untuk membayar 82.000 Canadian Dolar atau USD61.442 (Rp934 juta) untuk kontrak yang tidak terpenuhi.
Kasus ini dimulai dengan pembeli biji-bijian oleh perusahaan South West Terminal , yang mengirim pesan teks kepada klien pada Maret 2021, menyebut bahwa perusahaan sedang mencari 86 ton tumbuhan rami dengan harga 17 Canadian Dolar atau USD12,73 (Rp193 ribu) per gantang.
Mengutip okezone.com, South West Terminal yang kemudian diwakili oleh Kent Mickleborough, bertemu dengan penjual tanaman rami yakni petani Chris Achter. Mereka pun mulai membicarakan kontrak tersebut lewat telepon dan berlanjut dia mengirimkan gambar kontrak pembelian rami ke petani tersebut, untuk mohon konfirmasi kontrak rami.
Achter, yang tinggal di komunitas Swift Current, menanggapi dengan emoji jempol saat itu. Tetapi, Achter tidak mengirimkan rami pada November dan menyebut bahwa dia belum menyetujui kontrak tersebut. Apalagi pada saat itu, harga panen tengah meningkat.
Mickleborough dan Achter lantas memperdebatkan arti dari emoji tersebut. Mickleborough pun merujuk ke kontrak sebelumnya yang telah dikonfirmasi Achter melalui pesan teks, menunjukkan bahwa emoji tersebut berarti Achter menyetujui ketentuan kontrak. Namun Achter mengatakan bahwa emoji tersebut hanya menunjukkan bahwa dia telah menerima kontrak.
"Saya tidak memberikan emoji jempol sebagai tanda tangan digital dari kontrak yang tidak lengkap. Saya belum punya waktu untuk meninjau Kontrak Rami dan hanya ingin menunjukkan bahwa saya menerima pesan teksnya,” kata dia.
Pengacara Achter pun keberatan dengan tudingan bahwa kliennya menyetujui dengan acungan jempol, beralasan bahwa pengetahuan kliennya untuk emoji sangat minim.
Akhirnya, Hakim Timothy Keene menggunakan dictionary.com untuk mengetahui apa arti emoji ????. Dia pun membandingkan pencarian tersebut dengan hasil dari aplikasi Rosetta Stone, aplikasi yang mencatat bahasa, bahkan dibandingkan dari situs New York State.
“Pengadilan mengakui bahwa emoji ???? adalah cara non-tradisional untuk 'menyetujui' dokumen, namun demikian dalam kasus ini, ini adalah cara yang valid untuk menyampaikan persetujuan dua pihak dan 'tanda tangan',” tulisnya.
jempol untuk akan membuka "cara lain" untuk interpretasi baru, termasuk 'tinju' dan 'jabat tangan'. Dalam menemukan bahwa jempol dapat digunakan untuk masuk ke dalam kontrak. Keene pun beranggapan bahwa pengadilan tidak dapat atau bisa membendung gelombang teknologi dan penggunaan umum emoji.
“Ini tampaknya menjadi realitas baru di masyarakat Kanada dan pengadilan harus siap menghadapi tantangan baru yang mungkin timbul dari penggunaan emoji dan sejenisnya,” tutur hakim tersebut.
Emoji dan Emoticon itu Beda
Emoji dan emoticon bukanlah sesuatu yang sama. Tapi, terkadang orang-orang selalu menganggap keduanya adalah hal yang sama, padahal kalau sudah tahu maka akan terlihat jelas perbedaannya.
Mengutip kumparan.com, kemungkinan besar keduanya sering kalian pakai dalam kegiatan komunikasi sehari-hari melalui aplikasi pesan instan, namun tetap sering kalian sebut keduanya sebagai emoticon. Simak penjelasan berikut ini untuk membedakan keduanya.
Emoticon
Emoticon adalah tulisan tipografi yang merepresentasikan ekspresi wajah, mulai dari tersenyum, menangis, tertawa, sedih, marah, dan semacamnya. Untuk membuatnya, pengguna biasa menggunakan kombinasi tanda baca dan emoticon ini hanya berlaku dalam wadah pertukaran pesan berbasis teks.
Contoh dari emoticon: :-) :-( :-D
Dilansir The Guardian, emoticon sebenarnya ditemukan beberapa kali selama sejarah manusia, tapi titik pentingnya terjadi pada era awal mula internet pada September 1982. Saat itu, seorang ilmuwan komputer bernama Scott Fahlman mengirim pesan ke Carnegie Mellon University berisi pendapat jika :-) dan :-( bisa digunakan untuk membedakan pernyataan candaan dan serius di dunia maya. Setelahnya, keluar frase "ikon emoticon" untuk tanda tersebut.
Berbeda dengan asal muasal emoticon, emoji diciptakan pada akhir 1990-an oleh NTT DoCoMo, sebuah perusahaan telekomunikasi asal Jepang. Nama itu dipakai berdasarkan gabungan kata 'e' dan 'moji', yang jika diterjemahkan berarti piktograf.
Emoji
Tak seperti emoticon, emoji berbentuk gambar, yang mewakili berbagai hal, bisa ekspresi wajah, hewan, makanan, buah-buahan, dan sebagainya. Jika emoticon diciptakan untuk menggambarkan emosi dengan berbasis teks dasar, emoji adalah barisan karakter yang dipakai kebanyakan sistem operasi saat ini dari Unicode.
Dari esensinya, emoji diperlakukan oleh komputer sebagai bahasa non barat, sama seperti karakter bahasa Jepang dan China. Oleh karena itu, software yang digunakan pun harus mendukung deretan emoji yang akan dipakai. Jika tidak, mungkin kamu pernah melihat emoji kiriman teman yang tidak keluar bentuknya karena sistem operasimu tidak mendukung emoji tersebut.
Setiap perusahaan pun menyediakan interpretasinya masing-masing dalam menggambarkan emoji yang tepat, misalnya Apple, Google, dan Twitter. Tak aneh, pertukaran emoji lintas perangkat bisa menghasilkan emoji yang berbeda saat dikirimkan.
Tapi masih ada lagi selain emoticon dan emoji, yaitu kaomoji. Apa lagi tuh?
Kaomoji dan Stiker
Ditemukan di waktu yang tak jauh dengan emoticon, kaomoji digunakan untuk set karakter yang lebih lengkap dan biasa digunakan dalam bahasa Jepang serta bisa dibaca dalam posisi tegak, tidak miring seperti emoticon.
Contoh kaomoji: (*-*) (?°?°??? ???
Lalu, ada lagi yang disebut sebagai stiker (sticker). Para pengguna aplikasi Line dan Facebook Messenger mungkin sudah tidak asing dengan stiker, yang tidak bisa dikopi atau dipotong (cut) dan juga ditempel (paste). Sticker seperti foto, tapi biasanya dengan latar transparan dan pesan tertentu yang diselipkan di dalamnya.
Bagaimana? Sudah paham apa saja perbedaan dari semuanya? Atau masih bingung? Semoga artikel ini dapat mencerahkan, ya.
