Kelompok MASTALI MADU Soroti Kerusakan Lingkungan Disebabkan oleh PT EUP

Foto : Pembuangan air diduga limbah pabrik PT EUP yang mengalir langsung kelaut di wilayah Sungai Sembilan Kota Dumai.

Dumai (Surya24.com) - Terkait adanya kerusakan lingkungan disebabkan oleh PT Energi Unggul Persada (EUP), Mansur salah satu penggiatp lingkungan turut menyoroti dan ikut berkomentar bahwa terkait adanya kegiatan bisa berdampak terhadap lingkungan harus mematuhi aturan berlaku. 

Sosok aktif dalam pelestarian lingkungan tergabung pada Masyarakat Tangguh Peduli Mangrove Kota Dumai (MASTALI MADU) kepada awak media mengatakan akan melakukan tinjauan memastikan keadaan sebenarnya. 

"Kita telusuri dengan turun lapangan bersama kawan-kawan, karena persoalan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dari kegiatan pihak PT EUP perlu disiasati, ada atau tidak izinnya dipastikan dahulu, jika ada tentunya penerbitan AMDAL semestinya memenuhi persyaratan ditentukan dan sebaliknya jika belum kantongi izin AMDAL maka tindakan tegas harus diambil karena telah terjadi pelanggaran," ujar Mansur melalui pesan WhatsAap Jumat, (4/7) malam. 

Foto : Alat berat PT EUP yang merambah kawasan hutan Mangrove di daerah Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai.

Sosok dikenal peduli terhadap lingkungan bersama kelompoknya MASTALI MADU yang konsen terhadap kelestarian mangrove. Dengan aktif menanam mangrove jenis Belukap di kawasan pantai Purnama sekitarnya menaruh perhatian serius terhadap persoalan yang terjadi. 

"Terkait kegiatan penimbunan oleh PT EUP serta penebangan pohon mangrove akan ditelusuri terlebih dahulu sesuai dengan informasi yang diperoleh, begitupula dengan adanya aliran air yang disebut-sebut limbah, kelompok MASTALI MADU akan turun ke lokasi untuk membuktikan," ujar Mansur. 

"Aktivitas pembangunan oleh PT EUP sudah lama menjadi perhatian kita, karena setiap pembangunan oleh korporasi pasti ada dampaknya terhadap lingkungan, oleh karena itu menjadi tanggungjawab bersama menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar, jangan sampai terjadi kerusakan Habitat berbagai hewan dan tumbuhan yang ada di pesisir pantai," tegas Mansur.***(tim)